Susno bantah traveler cheque dari korupsi

Herdi Ardia
Herdi Ardia - Bisnis.com 28 Desember 2010  |  07:05 WIB

JAKARTA: Terdakwa tindak pidana korupsi dalam pengamanan pemilihan gubernur Jabar Susno Duadji mengakui travel cheque yang dibeli dan ditukarkan di Bank Mandiri cabang Bandung berasal dari dirinya.

"Traveler cheque memang dari saya, tapi tidak ada kaitannya dengan pemotongan dana pengamanan pemilihan gubernur Jawa Barat, itu. [traveler cheque] saya dapat dari uang pribadi saya" ujarnya di sela persidangan hari ini.Traveler cheque itu, lanjutnya, pernah ditukarkan dalam dua tahap pada 14 Mei dan 20 Mei 2008 dengan meminta bantuan staf di Polda Jabar karena saat itu membutuhkan uang.Susno juga menyangkal traveler cheque yang dimilikinya itu ada kaitannya dengan penukaran yang pernah dilakukan oleh mantan Kepala Bagian Keuangan Polda Jabar Maman Abdurahman Syah.Saksi yang dihadirkan dalam persidangan pegawai Bank Mandiri Cabang Jabar Eis Sri Mariani mengaku pada 16 Mei 2008, Maman datang sendiri untuk menukarkan traveler cheque itu.Kendati Maman datang menukar traveler cheque tersebut, Eis Sri tidak tahu kalau penukaran Maman tersebut ada kaitannya dengan traveler cheque milik Susno mengingat tak perlu konfirmasi ke pihak ketiga dalam pencairannnya.

"Maman menukarkannya dan uang penukaran itu digantikan dengan valas senilai US$50.000," katanya pada kesempatan yang sama.Kuasa hukum Susno yakni Henry Yosodiningrat mempertanyakan bukti yang diberikan Maman kepada penyidik Bareskrim. Bukti itu berupa rekening koran Bank Mandiri dengan uang senilai Rp7 miliar dimana pada 31 Juli 2008 masih ada uang tersebut.

"Padahal pada kesaksiannnya saat pemeriksaan pertama di Bareskrim, Maman mengaku pada Mei uang Rp7 miliar itu sudah habis terpakai, ini tolong bukti itu kita minta diperlihatkan," katanya.Susno diduga melakukan tindak pidana korupsi dana pengamanan pemilihan gubernur Jabar senilai Rp8 miliar. Pemotongan dana pengamanan itu terjadi saat pencairan tahap keempat kepada seluruh Polres di Jabar, rata-rata terjadi pemotongan sebesar 50%. Dalam dakwaan, uang pemotongan itu digunakan Susno untuk memperkaya diri sendiri dan kepada koleganya di Polda Jabar seperti Maman dan Iwan Gustiawan. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top