3 Jenis mafia rugikan uang negara

JAKARTA: Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto memaparkan jenis mafia yang merugikan uang negara yakni dalam bidang hukum, politik dan ekonomi. Kegiatan ini akan berusaha menarik keuntungan semaksimal mungkin dengan menjalin kerja sama dengan pejabat, pegawai
Herdi Ardia
Herdi Ardia - Bisnis.com 19 Desember 2010  |  10:51 WIB

JAKARTA: Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto memaparkan jenis mafia yang merugikan uang negara yakni dalam bidang hukum, politik dan ekonomi. Kegiatan ini akan berusaha menarik keuntungan semaksimal mungkin dengan menjalin kerja sama dengan pejabat, pegawai negeri, pengambil kebijakan dan yang menangani perkara.Dia menjabarkan pertama mafia hukum wujud pelakunya adalah polisi, jaksa, hakim, pengacara dan individu yang memiliki akses dengan penegak hukum. Daerah operasi mafia hukum di antaranya Polri, Kejaksaan, Pengadilan, dan kantor pengacara, untuk kegiatannya adalah semua proses kegiatan penyelesaian hukum dimainkan.

"Mafia hukum saat ini telah menggurita sehingga perbuatan itu dianggap sebagai pekerjaan yang lumrah," ujarnya hari ini. Kegiatan mafia hukum dalam proses penyidikan antara lain grey area pidana dan perdata, penangakapan, peminjaman barang bukti, penangguhan penahanan dan permainan pasal-pasal yang dikenakan. Dalam penuntutan dilakukan bolak-balik berkas dari Kejaksaan ke Polri dan rekayasa kasus. Kedua, mafia di bidang politik bersumber dari sistem politik saat ini yang membenarkan terjadinya politik uang dan pengembalian uang kampanye. Bibit menyebutkan bentuk mafia politik seperti penggunaan kekuasaan pemerintah oleh para pejabat pemerintah untuk keuntungan pribadi secara ilegal, penyalahgunaan kekuasaan untuk tujuan lain seperti pemanfaatan penegak hukum untuk menindak lawan politik, perbuatan ilegal oleh kelompok politik secara tidak langsung dihalakan dan semua informasi dari pemerintah dimanfaatkan elit politik.Ketiga, mafia ekonomi dilakukan melalui pemanfaatan proyek pembangunan, proyek pengadaan barang dan kegiatan perizinan. Kegiatan ini menurut Bibit dijadikan sebagai pekerjaan sampingan pejabat publik, mafia ekonomi tersebut menimbulkan high cost economic. (tw)"Seperti Gayus [Gayus Halomoan Tambunan] juga masuk dalam mafia ekonomi karena perbuatannya itu berkaitan dengan kegiatan bisnis," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top