Ketidakpercayaan warnai politik 2010

JAKARTA: Partai Golkar menilai perkembangan politik selama 2010 kental dengan ketidakpercayaan dan penggunaan arena politik sebagai panggung pribadi yang terlalu menonjol.Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan selama tahun ini banyak
News Editor | 16 Desember 2010 09:00 WIB

JAKARTA: Partai Golkar menilai perkembangan politik selama 2010 kental dengan ketidakpercayaan dan penggunaan arena politik sebagai panggung pribadi yang terlalu menonjol.Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan selama tahun ini banyak peristiwa dan isu yang berkembang. Namun dari banyak isu dan peristiwa itu, suasana politicking begitu pekat dan substansinya tidak terlalu mengarah pada pencapaian tujuan besar bangsa. "Masih banyak isu besar bangsa yang harus diselesaikan seperti soal pendidikan dan penurunan angka pengangguran," ujarnya saat membuka Raker Partai Golkar hari ini. Selain dihadiri jajaran pengurus pusat, Raker tersebut juga diikuti oleh seluruh ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar di seluruh Indonesia Menurut dia, banyak tuduhan, kebencian dan kecurigaan yang dilontarkan satu pihak kepada pihak lain. Aroma ketidakpercayaan distrust sangat kental.Terkait dengan kondisi itu, Golkar mengajak semua elemen bangsa untuk tidak terjebak dengan isu-isu yang tidak terlalu penting. Apalagi sebagian dari isu itu tidak berdasarkan fakta yang ada."Marilah kita bertekad untuk meninggalkan semua itu. Indonesia perlu angin segar, harapan baru serta sikap terbuka dan berahabat dan saling menghargai," ujar Aburizal yang akrab disapa Ical tersebut. Dia juga menyentil sejumlah pemberitaan media massa yang cenderung mengembangkan pertentangan dan kasak kusuk yang tidak jelas. Melihat kondisi itu, dia mengatakan Partai Golkar bertekad mengembalikan politik kepada fitrahnya. Panggung politik, ujarnya, harus berisi pertanyaan dan perdebatan tajam mengenai satu pemikiran yang mendasar bagi bangsa Indonesia. "Karena itulah sejak awal saya menegaskan bahwa Golkar harus menjadi the party of ideas." (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top