AHY Lapor Prabowo, Ungkap Langkah Taktis Usai Kecelakaan Maut KRL-Argo Bromo

AHY melaporkan langkah taktis ke Prabowo usai kecelakaan KRL-Argo Bromo, fokus pada perbaikan infrastruktur kereta dan keselamatan di perlintasan rawan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono memberikan keterangan pers seusai Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pengembangan Jaringan Perkeretaapian Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi (SKS) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa (22/4/2026)./Bisnis-Arief Hermawan P
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono memberikan keterangan pers seusai Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pengembangan Jaringan Perkeretaapian Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi (SKS) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa (22/4/2026)./Bisnis-Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa sejumlah langkah taktis, terutama di bidang infrastruktur perkeretaapian harus dijalankan sebagai evaluasi pascakecelakaan maut KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek bulan lalu.

Hal itu disampaikan AHY usai melaporkan sejumlah isu strategis di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan, termasuk evaluasi pascakecelakaan maut kereta api kepada Presiden RI Prabowo Subianto pada Selasa (12/5/2026).

"Kami laporkan perkembangan dan langkah-langkah taktis solusi yang harus segera diambil dan telah dilakukan sebetulnya pasca terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur," kata AHY di Kompleks Istana Kepresidenan pada Selasa (12/5/2026).

Sejumlah langkah yang diambil pemerintah di antaranya adalah identifikasi perlintasan sebidang yang dinilai menjadi titik rawan terjadinya kecelakaan kereta api. 

"Maka ada kurang lebih 76 perlintasan sebidang yang ada di wilayah Jawa dan juga sebagian Sumatera, yang itu memang butuh segera dilakukan pembangunan, apakah itu palang pintu kereta maupun flyover atau underpass," kata AHY.

Selebihnya, pemerintah pun akan melakukan penutupan titik-titik rawan di perlintasan sebidang. Lalu, pemerintah berupaya untuk memperbaiki sistem persinyalan dan modernisasi sistem kereta lainnya. 

"Jadi semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa Kementerian Perhubungan bersama PT KAI terus mengembangkan sistem double-double track (DDT) atau jalur dwiganda yang akan memisahkan operasional kereta komuter (KRL) dan kereta jarak jauh secara fisik.

"Tetapi tentu butuh waktu untuk bisa merampungkan rencana besar pengembangan kereta, baik existing maupun pengembangan baru, dan reaktivasi dari rel-rel yang selama ini tidak berfungsi," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, terjadi kecelakaan kereta api yakni tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada akhir bulan lalu (27/4/2026).

Sebagai gambaran, insiden bermula ketika KA 5181B rute Cikarang–Angke menemper Taxi Green SM. Pada saat yang sama, KA 5568A rute Kampung Bandan–Cikarang sedang berada di Stasiun Bekasi Timur dan menunggu jalur steril untuk dilalui. 

Ketika kereta tersebut masih menunggu, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya menabrak bagian belakang kereta rute Kampung Bandan–Cikarang, tepatnya pada gerbong khusus wanita. 

Tabrakan ini juga diduga berkaitan dengan adanya error pada sinyal perlintasan kereta. Akibat benturan tersebut, lokomotif Argo Bromo Anggrek menembus gerbong hingga menjepit penumpang yang berada di dalam.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro