Bisnis.com, JAKARTA - Gerhana bulan total terjadi hari ini, Senin malam Selasa, 3 Maret 2026, bertepatan dengan 15 Rabiul Awal 1447 H. Peristiwa langit ini dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia selama cuaca cerah. Selain menjadi fenomena astronomi yang menakjubkan, gerhana bulan juga menjadi momentum ibadah bagi umat Islam.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan ketika terjadi gerhana adalah melaksanakan salat sunnah gerhana (salat khusuf). Ibadah ini termasuk dalam kategori sunnah muakkad, yakni ibadah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
Hal ini sebagaimana penjelasan Syekh Abu Syuja dalam kitab Matan Ghoyah wat Taqrib:
وَصَلَاةُ الْكُسُوْفِ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ ، فَإِنْ فَاتَتْ لَمْ تُقْضَ
Artinya: "Shalat gerhana (baik matahari atau bulan) hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), dan jika terlewat, tidak ada kewajiban untuk mengqadhanya." (Syekh Abu Syuja', Matan Ghoyah wat Taqrib, [Beirut: Daar Ibnu Hazm, 2005 M/1425 H], halaman 102).
Aturan Pelaksanaan Shalat Gerhana
Tata cara shalat gerhana dijelaskan oleh Syekh Muhammad bin Qasim dalam kitab Fathul Qorib sebagai berikut:
Baca Juga
وَيُصَلِّي لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ وَخُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ ، يُحْرِمُ بِنِيَّةِ صَلَاةِ الْكُسُوفِ ، ثُمَّ بَعْدَ الافْتِتَاحِ وَالتَّعَوُّذِ يَقْرَأُ الْفَاتِحَةَ وَيَرْكَعُ ، ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ ، ثُمَّ يَعْتَدِلُ ، ثُمَّ يَقْرَأُ الْفَاتِحَةَ ثَانِيَاً ، ثُمَّ يَرْكَعُ ثَانِيَا أَخَفَّ مِنَ الَّذِي قَبْلَهُ ، ثُمَّ يَعْتَدِلُ ثَانِيًا ، ثُمَّ يَسْجُدُ السَّجْدَتَيْنِ بِطُمَأْنِيْنَةٍ فِي الْكُلِّ ، ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَةً ثَانِيَةً بِقِيَامَيْنِ وَقِرَاءَتَيْنِ وَرُكُوْعَيْنِ وَاعْتِدَالَيْنِ وَسُجُوْدَيْنِ
Artinya: "Salat gerhana, baik matahari maupun bulan, dikerjakan dua rakaat. Dimulai dengan niat salat gerhana, kemudian setelah takbiratul ihram dan membaca doa iftitah serta ta’awudz, lalu membaca Al-Fatihah dilanjutkan rukuk. Setelah itu bangun dari rukuk, berdiri dengan tegak, kemudian kembali membaca Al-Fatihah untuk kedua kalinya, lalu rukuk lagi (yang kedua) dengan lebih ringan dari rukuk pertama. Setelah itu berdiri kembali (i’tidal), lalu sujud dua kali dengan tuma'ninah. Kemudian pada rakaat kedua dilakukan dengan tata cara yang sama: dua kali berdiri dengan bacaan (qiyam), dua kali rukuk, dua kali i’tidal, dan dua kali sujud". (Syekh Muhammad bin Qasim, Fathul Qorib, [Beirut: Daar Ibnu Hazm, 2005 M/1425 H], halaman 102).
Setelah salam, imam menyampaikan dua khutbah sebagaimana khutbah Jumat dalam rukun dan syaratnya. Keterangan ini dijelaskan dalam literatur fikih sebagai berikut:
وَيَخْطُبُ الإِمَامُ بَعْدَهُمَا ، أَيْ : بَعْدَ صَلَاةِ الْكُسُوْفِ وَالْخُسُوْفِ خُطْبَتَيْنِ كَخُطْبَتَيْ الْجُمُعَةِ فِي الْأَرْكَانِ وَالشُّرُوطِ ، وَيَحُثُ النَّاسَ فِي الْخُطْبَتَيْنِ عَلَى التَّوْبَةِ مِنَ الذُّنُوبِ ، وَعَلَى فِعْلِ الْخَيْرِ مِنْ صَدَقَةٍ وَعِلْقٍ وَنَحْوِ ذَلِكَ
Salat gerhana bulan sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah, meskipun boleh juga dilakukan sendiri (munfarid). Bacaan dalam salat gerhana bulan disunnahkan dibaca dengan suara keras (jahar).
Niat dan Tata Cara Shalat Gerhana Bulan
Berikut niat dan tata cara shalat gerhana bulan malam ini:
1. Sebelum shalat imam atau jamaah harus niat terlebih dahulu sebagai berikut:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatal khusûfi rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ
Artinya, “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah swt.”
2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.
3. Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah.
4. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah atau selama surat itu atau surat pendek dibaca dengan jahar (lantang).
5. Rukuk dengan membaca tasbih dengan durasi sebaiknya selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah.
6. I'tidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah kembali.
7. Setelah itu dianjurkan baca Surat Ali Imran atau selama surat itu.
8. Rukuk dengan membaca tasbih dianjurkan selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah.
9. Itidal. Baca doa i’tidal.
10. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.
11. Duduk di antara dua sujud.
12. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.
13. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
14. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja bedanya,
15. Pada rakaat kedua pada berdiri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa, sedangkan pada berdiri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.
16. Salam.
Imam atau orang yang diberi wewenang menyampaikan dua khutbah shalat gerhana dengan taushiyah agar jamaah beristighfar, semakin takwa kepada Allah, taubat, sedekah, memerdekakan budak (pembelaan terhadap kelompok masyarakat marjinal), dan lain sebagainya.
Gerhana bulan total hari ini bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga pengingat kebesaran Allah SWT. Umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar, doa, sedekah, serta meningkatkan ketakwaan sebagai respons spiritual atas peristiwa tersebut.