Israel Serang Gaza, Palestina di Tengah Gencatan Senjata, 8 Orang Tewas

Israel menyerang Gaza meski ada gencatan senjata, menewaskan 8 orang. Serangan juga terjadi di Lebanon, menargetkan gudang senjata Hizbullah.
Militer Israel menyerang kawasan Gaza, Palestina hingga hancur lebur. / dok xfamamerica.org
Militer Israel menyerang kawasan Gaza, Palestina hingga hancur lebur. / dok xfamamerica.org

Bisnis.com, JAKARTA — Pasukan militer Israel menyerang sejumlah wilayah Gaza, Palestina meskipun mereka menyebut bahwa terdapat gencatan senjata.

Dilansir dari Al Jazeera pada Minggu (15/2/2026), sebuah sumber dari Rumah Sakit Naseer mengatakan kepada media timur tengah itu bahwa pasukan Israel telah menewaskan 4 orang ketika menyerang kota Khan Younis.

Sedangkan, menurut sumber di Rumah Sakit al-Shifa, 4 warga Palestina lainnya tewas ketika pasukan Israel melancarkan serangan ke tenda pengungsi di daerah al-Faluja di Gaza utara.

Serangan juga berlangsung di luar 'garis kuning', garis yang memisahkan antara area timur berada di bawah pendudukan Israel, dan area barat tempat warga Palestina dapat beraktivitas.

"Militer Israel juga mengatakan telah membunuh satu orang lagi di Gaza pada hari Minggu yang diduga melintasi garis kuning dan menimbulkan 'ancaman langsung' bagi pasukannya di sana," sebagaimana laporan dari Al Jazeera.

Pasukan Israel juga menyerang wilayah Lebanon Selatan. Serangan tersebut diklaim menargetkan bangunan yang diduga sebagai gudang persenjataan milik kelompok Hizbullah.

Menurut pihak berwenang Gaza dan Lebanon, serangan terus terjadi meskipun telah disepakati untuk menghentikan pertempuran.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dibutuhkan biaya US$70 miliar untuk merekonstruksi bangunan di Gaza. PBB juga mencatat terdapat 108 korban sipil setelah pengumuman gencatan senjata diterapkan.

Kendati demikian, belum ada pernyataan resmi dari Israel atas serangan tersebut.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro