Mengenal Taman Nasional Tesso Nilo, Habitat Asli Gajah yang Sumatra Kini Terancam

Taman Nasional Tesso Nilo di Riau, habitat gajah Sumatera, terancam akibat pembalakan liar. Pemerintah berupaya menyelamatkan kawasan ini dari kerusakan.
Menjaga Taman Nasional Tesso Nilo sama artinya menjaga kelestarian satwa dan sekitar hutan/istimewa
Menjaga Taman Nasional Tesso Nilo sama artinya menjaga kelestarian satwa dan sekitar hutan/istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Taman Nasional Tesso Nilo menjadi perbincangan banyak orang karena luas hutan yang anjlok sebesar 85% karena pembalakan hutan (illegal logging) secara ilegal sejak 2009.

Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sedang menyelamatkan kembali taman nasional ini agar tidak memusnahkan satwa di sana.

Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) adalah sebuah taman nasional hutan hujan tropis yang terletak di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Nama taman nasional ini diambil dari dua nama sungai yang mengapitnya, yaitu Sungai Nilo di sebelah timur, dan Sungai Tesso di sebelah barat.

Sebelumnya, kawasan ini adalah hutan yang diberikan hak penguasaan hutan (HPH) ke PT Inhutani IV. Pada 2001, Gubernur Riau mengusulkan Hutan Produksi Tesso Nilo seluas 188 ribu hektar sebagai kawasan konservasi gajah.

Pendapat Gubernur Riau akhirnya didengarkan oleh Kemenhut pada 2002 dengan mencabut izin HPH PT. Inhutani IV di Kawasan HPT (Hutan Produksi Terbatas) Kelompok Hutan Tesso Nilo seluas 38.576 ha sebagai persiapan menjadikan Tesso Nilo sebagai kawasan konservasi gajah.

Akhirnya, TNTN ditetapkan menjadi taman nasional pada 19 Juli 2004 melalui keputusan Kemenhut No. 255/Menhut-II/2004 dengan luas sebesar 38.576 hektar.

Melansir TFCA Sumatera, sebuah gerakan pengalihan utang untuk lingkungan dari Amerika, pada 2009 Kemenhut menambah luas TNTN menjadi 83.068 hektar. Menurut Jurnal Penelitian Kehutanan, panjang batas luar dari TNTN kurang lebih 139 km dengan realisasi penataan batas sepanjang 35,81 km (25,76%).

TFCA Sumatera mencatat bahwa dalam satu petak hutan seluas 1 hektare di Tesso Nilo ditemukan 360 jenis tumbuhan yang tergolong dalam 165 marga dan 57 suku. Temuan itu terdiri atas 215 jenis pohon dan 305 jenis anakan. Salah satu yang terkenal adalah gajah Sumatera, karena TNTN dijadikan kawasan konservasi gajah Sumatera.

Bahkan, kawasan ini kerap disebut sebagai salah satu hutan dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Hal ini diperkuat oleh riset Center for Biodiversity Management Australia pada 2001 yang mengidentifikasi 218 jenis tumbuhan vaskular hanya dalam area seluas 200 meter persegi. Secara umum, kondisi habitat di Tesso Nilo masih relatif baik dengan tingkat penutupan vegetasi mencapai lebih dari 90%.

Sejumlah tanaman yang tumbuh di kawasan ini juga masuk daftar merah IUCN karena statusnya yang terancam punah. Di antaranya Kayu Batu (Irvingia malayana), Kempas (Koompasia malaccensis), Jelutung (Dyera polyphylla), Kulim (Scorodocarpus borneensis), Tembesu (Fagraea fragrans), Gaharu (Aquilaria malaccensis), Ramin (Gonystylus bancanus), Keranji (Dialium spp.), berbagai jenis meranti (Shorea spp.), keruing (Dipterocarpus spp.), serta sejumlah spesies durian dan Aglaia.

LIPI juga mencatat setidaknya 83 jenis tanaman obat dan 4 jenis tumbuhan racun ikan yang dimanfaatkan masyarakat sekitar. Tanaman tersebut berasal dari 80 marga dan 48 suku, dan digunakan untuk mengobati sekitar 38 jenis penyakit. Dua tanaman yang dianggap paling penting adalah pagago (Centella asiatica), yang telah dibudidayakan masyarakat, serta patalo bumi (Eurycoma longifolia) yang belum dibudidayakan padahal sering digunakan sebagai fitofarmaka dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

TFCA mencatat TNTN memiliki iklim yang cocok untuk kehidupan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), harimau (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), rusa (Cervus timorensis russa), siamang (Hylobathes syndactylus syndactylus), beruang madu (Helarctos malayanus malayanus).

Terdapat juga burung langka yang dilindungi di TNTN, diantaranya Elang ular bido (Spilornis cheela), Alap-alap capung (Microchierax fringillarius), Kuau (Argusianus argus), Ceyx rufidorsa, Lacedo pulchella, Halcyon pileata, Aceros corrugates, Anorrhinus galeritus, Anthracoceros malayanus, Rangkong badak – Buceros rhinoceros, Buceros bicornis, Hypogramma hypogrammicum, Arachnothera crassirostris, Pijantung kecil (Arachnothera longirostra).

Saat ini, Tesso Nilo menghadapi ancaman utama berupa pembalakan liar, penjarahan, dan perambahan lahan yang terjadi hampir di seluruh wilayah hutan. Aktivitas ilegal ini dipicu kondisi ekonomi masyarakat sekitar, tingginya permintaan kayu, serta akses masuk yang semakin terbuka akibat jaringan jalan bekas HPH (Hak Penguasaan Hutan) dan perusahaan besar, ditambah lemahnya pengawasan pemerintah.

Selain dilakukan warga lokal yang membutuhkan lahan untuk kebun, penjarahan juga melibatkan pendatang yang kerap dibawa oleh perangkat desa dan spekulan tanah untuk menguasai serta mengganti hutan menjadi perkebunan, terutama sawit secara ilegal.

Degradasi hutan yang terus berlangsung mengancam gajah dan harimau akibat hilangnya habitat, sehingga meningkatkan konflik satwa-manusia yang sering berakhir dengan kematian hewan liar tersebut. Bahkan, diperkirakan hanya 10 tahun lagi para satwa akan punah dari kawasan Tesso Nilo jika sampai sekarang tidak ada tindakan tegas perlindungan pemerintah terhadap TNTN.

Selain itu, kondisi lingkungan sekitar turut memburuk karena degradasi hutan memicu erosi, banjir, longsor, penggundulan hutan, serta kerusakan keanekaragaman hayati dan ekosistem TNTN.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Muhammad Ridwan
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro