PBB Desak Israel Tak Batasi Akses Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza

PBB desak Israel buka akses bantuan ke Gaza, krisis kelaparan parah. Bantuan 190.000 ton tertahan, 600 truk tak cukup. Libatkan 50 organisasi internasional.
Seorang wanita memegang bendera Palestina selama demonstrasi yang menuntut hak untuk kembali ke tanah air mereka, di pagar perbatasan Israel-Palestina di Gaza pada 19 Oktober 2018. (Mohammed Salem/Reuters).
Seorang wanita memegang bendera Palestina selama demonstrasi yang menuntut hak untuk kembali ke tanah air mereka, di pagar perbatasan Israel-Palestina di Gaza pada 19 Oktober 2018. (Mohammed Salem/Reuters).

Bisnis.com, JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Israel tidak membatasi akses bantuan kemanusiaan ke Gaza yang tengah dilanda krisis kelaparan.

Kepala Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher meminta Israel membuka banyak jalur distribusi sebagai akses masuknya bantuan. Tom mengatakan pihaknya tengah mengupayakan bantuan kemanusiaan dengan mengirimkan ratusan truk.

Dia menyebut setiap minggunya ribuan truk berisi bantuan dikirimkan untuk memulihkan dan mencegah bencana lanjutan.

"Kami memiliki 190.000 metrik ton perbekalan di perbatasan yang menunggu untuk dikirim dan kami bertekad untuk mengirimkannya. Itu adalah makanan dan nutrisi penting yang menyelamatkan jiwa," kata Tom kepada Reuters, dikutip Kamis (16/10/2025).

Meskipun pejabat Israel mengizinkan 600 truk mengirim bantuan, menurut Tom hal itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bagi rakyat Gaza.

Tom meminta agar bantuan dari 50 organisasi kemanusiaan internasional seperti Oxfam dan Dewan Pengungsi Norwegia diizinkan memberikan bantuan.

"Kami tidak dapat memberikan skala yang dibutuhkan tanpa kehadiran dan keterlibatan mereka. Jadi, kami ingin mereka kembali. Kami mengadvokasi atas nama mereka," ujarnya.

Dia menegaskan jika 60 truk masuk setiap harinya tidak akan cukup mengakomodasi kebutuhan warga Gaza.

Di sisi lain, dia menyambut baik Otoritas Palestina yang memerintah di Tepi Barat untuk membantu mengoperasikan penyeberangan Rafah agar akses bantuan dapat dikirim.

Selama perang yang berlangsung 2 tahun, Israel membuat 2,2 juta penduduk Gaza hidup dalam kondisi nomaden, berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Menurut Otoritas Kesehatan Palestina, akibat konflik yang berkepanjangan menewaskan hampir 68.000 warga Palestina.

Sejumlah kelompok hak asasi manusia dan penyelidikan PBB menuduh Israel telah melakukan genosida.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro