Trump Ngaku Tak Diberi Tahu Netanyahu soal Serangan Israel di Qatar

Presiden AS Donald Trump mengaku tidak diberitahu Netanyahu soal serangan Israel di Qatar, meski Gedung Putih sudah tahu sebelumnya.
Presiden AS Donald Trump berpidato dalam penandatanganan perintah eksekutif di Ruang Roosevelt Gedung Putih di Washington, DC, AS, Kamis, 31 Juli 2025./Bloomberg-Eric Lee
Presiden AS Donald Trump berpidato dalam penandatanganan perintah eksekutif di Ruang Roosevelt Gedung Putih di Washington, DC, AS, Kamis, 31 Juli 2025./Bloomberg-Eric Lee

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia tidak diberitahu oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya tentang serangan Israel di Qatar pada minggu lalu.

Reuters pada Selasa (16/9/2025) pagi melaporkan bahwa Trump mengatakan hal tersebut setelah beredarnya laporan dari Axios, media lokal Amerika Serikat, yang mengatakan Netanyahu memberitahu Presiden AS tentang serangan itu beberapa saat sebelumnya. Kantornya baru diberitahu setelah rudal berada di udara, sehingga Trump tidak sempat untuk menentang serangan tersebut.

Axios melaporkan bahwa Gedung Putih telah mengetahui sebelumnya, meskipun tenggat waktu untuk menghentikan serangan itu sangat ketat, berdasarkan informasi dari pejabat Israel.

Trump sebelumnya mengatakan dia tidak terlibat dalam keputusan Israel untuk menyerang Qatar.

Pada hari Senin (15/9/2025), Trump ditanya apakah Netanyahu berbicara langsung untuk memberitahu bahwa Israel akan menyerang para pemimpin Hamas di Qatar.

"Tidak, tidak, mereka tidak melakukannya," respons Trump.

Kantor Netanyahu menegaskan kembali bahwa serangan itu adalah operasi Israel yang "sepenuhnya independen", sebagai respon laporan dari Axios.

Washington adalah sekutu Israel dan Qatar. Doha telah menjadi mediator dalam upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Serangan Genosida Israel terhadap Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan 64 ribu orang, melukai 164 ribu orang, membuat seluruh penduduk Gaza mengungsi, dan memicu krisis kelaparan berdasarkan laporan dari Al-Jazeera pada Minggu (14/9) yang mengutip Kementerian Kesehatan Palestina.

Israel membantah tuduhan genosida, menyebut tindakannya sebagai pembelaan diri setelah serangan Oktober 2023 oleh militan Hamas Palestina yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang. Israel juga telah mengebom tetangganya, seperti Lebanon, Suriah, Iran, dan Yaman selama perang di Gaza. (Stefanus Bintang Agni) 

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro