Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra berjalan seusai menjalani pemeriksaan, di gedung Bundar Kompleks Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (31/8 - 2020).
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis: Ketika Djoko Tjandra Disayang Tuhan

Djoko Tjandra sempat bebas dari vonis hukuman korupsi, tepat 22 tahun silam. "Saya masih disayang Tuhan," ujar sang konglomerat.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com
29 Agustus 2022 | 18:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pekan lalu, tepatnya pada Sabtu (27/8/2022), Djoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra merayakan ulang tahunnya yang ke-71. Berbeda dari 70 edisi sebelumnya, kali ini juragan properti Grup Mulia tersebut mesti merapal doa-doa baiknya dari balik jeruji besi.

Sejak Agustus 2021, Djoko resmi jadi penghuni Rumah Tahanan Salemba cabang Bareskrim Polri. Dia dijebloskan ke dalam bui bukan saja karena kasus korupsi cessie Bank Bali yang melegenda itu, tetapi juga akibat pemalsuan surat dan penyuapan pejabat.

Komplikasi hukuman yang menjerat Djoko itu agaknya membuktikan betapa licin gerak sang konglomerat. Dia piawai menghindari radar aparat, yang sebenarnya telah memasukkannya dalam daftar buron sejak belasan tahun silam.

Dan, bila dirunut mundur, salah satu peristiwa paling menyita perhatian yang membuktikan licinnya taktik Djoko terjadi pada akhir Agustus 2000, tepat 22 tahun silam.

Sebagaimana diwartakan Harian Bisnis Indonesia edisi 29 Agustus 2000, saat itu Djoko sukses bebas dari tuntutan akibat dugaan korupsi Bank Bali yang dipersidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, tertanggal 28 Agustus 2000.

“Majelis menyimpulkan bahwa tidak ada unsur pelanggaran hukum pidana dalam perkara ini. Sesuai dalil-dalil dan keterangan saksi, perkara pengalihan utang [cessie] yang menjadi inti masalah bukan ruang lingkup tindak pidana tapi perdata,” kata Soedarto, sosok yang saat itu menjabat sebagai Ketua Majelis Hakim.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
back to top To top