Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Kader PKK mengukur lingkar kepala balita di Posyandu Bougenvile, Pemancar, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/4/2022). Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengejar target Jabar zero stunting pada 2023 dan terus berkomitmen menurunkan angka prevalensi stunting atau tengkes, diantaranya dengan meningkatkan pola asuh, pola makan, dan sanitasi. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya - aww.
Lihat Foto
Premium

Setahun Rugikan Negara Rp300 Triliun, Jangan Remehkan Stunting!

Stunting dan kekurangan gizi lainnya mengakibatkan kerugian ekonomi yang besar bagi Indonesia. Tak tanggung-tanggung kerugiannya mencapai Rp300 triliun per tahun. Berdasarkan kajian Bank Dunia, kerugian ekonomi akibat stanting dan kekurangan gizi lainnya 2-3 persen terhadap total PDB suatu bangsa. Persoalan kurang gizi ini mendesak untuk diatasi karena kerugian yang ditimbulkannya tidak sedikit.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com
09 April 2022 | 21:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menargetkan angka prevalensi kekerdilan atau stunting pada 2024 berada di bawah 14 persen. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa target tersebut harus menjadi perhatian seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

“Saya minta seluruh gubernur, bupati, wali kota di seluruh Tanah Air juga akan saya sampaikan hal yang sama bahwa jangan sampai target angka 14 persen itu luput, harus tercapai,” kata Jokowi saat meninjau program percepatan penurunan stunting di Desa Kesetnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT dikutip dari YouTube Setpres, Kamis, (24/3/2022).

Pravelensi stunting Indonesia memang berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Pada tahun 2021, Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Biro Pusat Statistik (BPS) dengan dukungan Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia melakukan riset dalam Studi Status Gizi Indonesia (SSGI).

Dari data 34 provinsi di Indonesia, angka stunting masih sekitar 24,4 persen, sehingga dibutuhkan penanganan 3,5 persen per tahun untuk mencapai target di bawah 14 persen pada 2024.

Hasil studi tersebut juga memperlihatkan bahwa masalah stunting terkait masalah gizi dan kesehatan pada periode kehidupan sebelumnya. Anemia pada remaja dan wanita usia subur masih tinggi.

Hampir separuhnya ibu hamil Indonesia menderita anemia, ibu hamil dengan kurang energi kronis (KEK) yang menambah risiko pada saat kehamilan maupun saat melahirkan (17,3 persen), kelahiran prematur (29,5 persen), berat bayi rendah (6,6 persen) dan status gizi kurang dapat sebabkan anak stunting.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
back to top To top