Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bikin Cemas, Ilmuwan Temukan Versi Omicron 'Siluman' yang Sulit Diidentifikasi

Varian siluman memiliki banyak mutasi yang sama dengan Omicron standar, tetapi tidak memiliki perubahan genetik tertentu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 08 Desember 2021  |  12:50 WIB
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron - DW.com
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron - DW.com

Bisnis.com, JAKARTA — Para ilmuwan mengatakan telah mengidentifikasi versi "siluman" dari Omicron yang tidak dapat dibedakan dari varian lain dengan menggunakan tes PCR yang digunakan untuk mendapatkan gambaran cepat tentang penyebarannya.

Temuan itu muncul saat jumlah kasus varian Omicron asli yang terdeteksi di Inggris meningkat 101 kasus sehingga totalnya menjadi 437 kasus dalam satu hari.

Selain itu, Skotlandia mengumumkan kembali bekerja dari rumah untuk mengantisipasi penyebaran varian Omicron sebagaimana dikutip TheGuardian.com, Rabu (8/12/2021).

Varian siluman memiliki banyak mutasi yang sama dengan Omicron standar, tetapi tidak memiliki perubahan genetik tertentu yang memungkinkan tes PCR berbasis laboratorium digunakan sebagai cara kasar dan siap untuk menandai kemungkinan kasus.

Varian itu masih terdeteksi sebagai virus Corona oleh semua tes biasa, dan dapat diidentifikasi sebagai varian Omicron melalui pengujian genomik. Hanya saja kemungkinan kasus tidak teridentifikasi oleh tes PCR rutin yang memberikan hasil lebih cepat.

Peneliti mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui apakah bentuk baru Omicron akan menyebar dengan cara yang sama seperti varian standar Omicron, tetapi versi "siluman" secara genetik berbeda dan mungkin berperilaku berbeda.

Varian siluman pertama kali terlihat di antara genom virus Covid yang dikirimkan dalam beberapa hari terakhir dari Afrika Selatan, Australia, dan Kanada, tetapi mungkin sudah menyebar lebih luas. Di antara tujuh kasus yang diidentifikasi sejauh ini tidak ada di Inggris.

Penemuan itu terjadi ketika Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan kepada kabinet bahwa Omicron tampaknya lebih mudah menular dan para pejabat mengakui akan akan konsekuensi untuk dampaknya sehingga diperlukan pembatasan lebih lanjut.

Pada rapat kabinet yang juga dihadiri oleh kepala penasihat ilmiah pemerintah, Patrick Vallance, dan kepala petugas medis Inggris, Chris Whitty, Boris Johnson mengatakan kepada para menteri bahwa indikasi awal adalah bahwa Omicron lebih mudah menular daripada varian dominan yang ada seperti varian Delta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 omicron
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top