Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejagung Sita 3 Mobil Milik Tersangka Korupsi PDPDE Sumsel

Penyidik Kejagung menyita tiga unit mobil milik dua tersangka kasus korupsi PDPDE Sumsel karena diduga pembelian tiga mobil tersebut berasal dari uang hasil korupsi.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 13 Oktober 2021  |  11:55 WIB
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Supardi - JIBI/Bisnis - Sholahuddin Al Ayyubi
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Supardi - JIBI/Bisnis - Sholahuddin Al Ayyubi

Bisnis.com, JAKARTA - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyita tiga mobil milik tersangka tindak pidana korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan Dan Energi (PDPDE) Provinsi Sumatra Selatan.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Supardi mengatakan bahwa ketiga unit mobil itu disita setelah tim penyidik Kejagung menggeledah kediaman tersangka Muddai Madang selaku Komisaris Utama PT PDPDE Gas dan tersangka A. Yaniarsyah Hasan selaku Direktur PT DKLN di wilayah DKI Jakarta.

"Kendaraan itu disita dari kediaman dua tersangka di wilayah Jakarta Selatan," kata Supardi kepada Bisnis di Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Supardi menjelaskan bahwa alasan tim penyidik Kejagung menyita tiga unit mobil milik dua orang tersangka itu karena diduga pembelian tiga mobil tersebut berasal dari uang hasil korupsi.

"Kendaraan itu dibeli diduga menggunakan uang hasil korupsi pembelian gas bumi," ujarnya.

Dalam perkara tersebut, tim penyidik Kejagung telah menetapkan beberapa orang tersangka yaitu eks Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin, Muddai Madang, A. Yaniarsyah Hasan dari Dirut PT PDPDE Gas Caca Isa Saleh S.

Seperti diketahui, perkara korupsi tersebut berawal dari perjanjian jual beli gas bagian negara antara KKS Pertamina Hulu Energi (PHE), Talisman dan Pacific Oil dengan Pemprov Sumsel.

Hak jual ini merupakan participacing interest PHE 50 persen, Talisman 25 persen, dan Pacific Oil 25 persen yang di berikan dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan asli daerah Pemprov Sumsel.

Namun, pada praktiknya, bukan Pemprov Sumsel yang menikmati hasilnya, tapi PDPDE Gas yang merupakan rekanan yang diduga telah menerima keuntungan fantastis selama periode 2011-2019.

PDPDE Sumsel yang mewakili Pemprov Sumsel hanya menerima total pendapatan kurang lebih Rp38 miliar dan dipotong utang saham Rp8 miliar. Bersihnya kurang lebih Rp30 miliar selama 9 tahun. Sebaliknya, PT PDPDE Gas mendapatkan banyak keuntungan dari penjualan gas bagian negara ini. 

Diduga selama kurun waktu 8 tahun, pendapatan kotor sekitar Rp977 miliar, dipotong dengan biaya operasional, bersihnya kurang lebih Rp711 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi kejagung PDPDE Sumsel
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top