Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fakta Irjen Pol Napoleon Bonaparte Aniaya Muhammad Kece di Dalam Tahanan, Dalihnya karena Agama

Irjen Pol Napoleon Bonaparte melakukan penganiayaan terhadap narapidana lain di dalam tahanan. Alasannya tak terima agamanya dihina.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 September 2021  |  14:45 WIB
Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte (kanan) saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (30/11/2020). - Antara
Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte (kanan) saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (30/11/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Terpidana kasus penyuapan Irjen Pol Napoleon Bonaparte kembali berbuat ulah meski berada di dalam tahanan.

Berbeda dengan kasus sebelumnya, kali ini Napoleon diduga melakukan penganiayaan terhadap narapidana lain bernama Muhammad Kosasih alias Muhammad Kece.

Dalam melakukan penganiayaan itu, Napoleon bekerjasama dengan rekan napi lainnya untuk mengeroyok korban.

Ironisnya, selain dipukuli itu secara membabi buta, korban juga dilumuri dengan kotoran manusia.

Berikut ini sederet fakta selengkapnya:

Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Tak terima dengan perlakuan yang dilakukan Napoleon di dalam tahanan, Muhammad Kece akhirnya membuat laporan kepada Bareskrim Polri.

Laporan dengan nomor Polisi LP 0510/VIII/2021/ Bareskrim Polri ter tanggal 26 Agustus 2021 itu terkait penganiayaan yang dialami dirinya sendiri di dalam Rutan.

Direktur Tindak Pidana Umum pada Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian membenarkan terkait laporan korban.

Saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman penyelidikan untuk mengusut kasus tersebut.

"Terkait kasus dugaan penganiayaan itu, tim kami sudah melakukan pemeriksan saksi dari napi dan sipir," kata Andi saat dikonfirmasi, Minggu (19/9/2021).

Dipukuli dan dilumuri kotoran manusia

Dari hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di dalam tahanan itu, diketahui korban dianiaya Napoleon secara brutal.

Pasalnya, korban dikeroyok oleh Napoleon bersama rekan napi lainnya.

Saat tidak berdaya itu, korban masih dilumuri dengan kotoran manusia ke seluruh tubuhnya.

"Jadi kotoran manusianya sudah disiapkan di dalam kamar NB (Napoleon Bonaparte)," tutur Andi, Senin (20/9/2021).

Untuk melakukan pendalaman kasus itu, pihaknya mengaku akan memeriksa tujuh orang saksi lainnya pada hari ini.

Dalihnya karena agama

Terkait dengan laporan kasus penganiayaan itu, Napoleon angkat bicara.

Dalam surat terbuka yang dituliskan itu, Napoleon mengakui perbuatannya telah melakukan penganiayaan terhadap korban.

Adapun alasannya melakukan tindakan itu karena berdalih tidak terima agamanya dihina korban.

Berikut ini isi suratnya:

1. Alhamdulillah YRA, bahwa saya dilahirkan sebagai seorang muslim dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam yang rahmatan lil alamin.

2. Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allah ku, Al Quran, Rasulullah SAW dan akidah Islam ku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya.

3. Selain itu, perbuatan Kece dan beberapa orang tertentu telah sangat membahayakan persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

4. Saya sangat menyayangkan bahwa sampai saat ini pemerintah belum juga menghapus semua konten di media, yang telah dibuat dan dipublikasikan oleh manusia-manusia tak beradab itu.

5. Akhirnya, saya akan mempertanggung jawabkan semua tindakan saya terhadap Kece apapun risikonya Semoga kita semua selalu dalam perlindungan Allah SWT, dan hidup rukun sebagaimana yang ditauladani oleh para pendiri bangsa kita. 

Hormat dan Salamku 

Napoleon Bonaparte alias Napo Batara 

Inspektur Jenderal Polisi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kasus penganiayaan
Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top