Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pemilihan Presiden (Pilpres) Peru dimulai hari ini, Senin (7/6/2021), saat negara itu menghadapi pilihan polarisasi antara pemimpin populis sayap kanan Keiko Fujimori (kanan) dan pimpinan serikat guru sayap kiri Pedro Castillo (kiri). - Istimewa
Lihat Foto
Premium

Pedro Castilo, Sang Guru Penggembala yang Kini Jadi Presiden Peru

Kondisi negara yang korup dan miskin telah memotivasi Pedro Castillo untuk turut menentukan arah negara setelah sukses mengalahkan lawan politiknya, Keiko Fujimori. Castillo mengalahkan politisi sayap kanan kaya raya itu dengan selisih hanya 44.000 suara.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com
27 Juli 2021 | 17:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Konstitusi mengatur setiap presiden Peru harus lahir di tanah Peru. Tetapi hampir tidak ada pemimpin masa lalu negara itu yang lahir dan dibesarkan di tanah kelahiran yang benar-benar miskin seperti Pedro Castillo.

Presiden terpilih yang akan dilantik besok (28/7/2021) itu adalah putra seorang petani miskin dari dataran tinggi Andes. Keseharian Pedro sangat bersahaja di lahan pertaniannya. Tidak heran sejumlah media tertarik untuk mewawancarainya sebelum dia dilantik sebagai presiden Peru kurang dari dua minggu setelah dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden pada 6 Juni lalu. 

Syahdan, pada suatu pagi, Pedro Castillo terlihat mengenakan ponco wol, sandal yang terbuat dari ban mobil tua, dan topi jerami bertepi lebar tradisional saat ditemui seorang wartawan asing.

Sebagai seorang guru, dia juga menggembalakan sapi di peternakannya di Chugur, sebuah dusun kecil tujuh jam perjalanan dari kota Cajamarca. Calon ibu negara Peru, Lilia Paredes, 48, juga mengurus sapi mereka di halaman belakang rumah.

“Ketika Anda melihat anak-anak Anda mengenakan pakaian yang sama, tidur dengan pakaian yang sama, bangun dan pergi ke sekolah lagi dengan pakaian yang sama, Anda menyadari bahwa kelas politik telah menggunakan Anda,” katanya kepada The Guardian dengan menggunakan bahasa sederhana.

Apa yang dia ungkapkan itu memang dialami warga pedesaan yang merasa ditinggalkan oleh dua dekade pertumbuhan ekonomi negara itu sebelum diterpa pandemi virus Corona.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top