Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selain Presiden Haiti, Ini 5 Petinggi Dunia yang Tewas Dibunuh

Berikut daftar 5 petinggi dunia yang tewas dibunuh selain Presiden Haiti. Mulai dari Presiden AS, Presiden Korea Selatan, hingga Presiden Mesir.
Anissa Putri
Anissa Putri - Bisnis.com 09 Juli 2021  |  16:40 WIB
Presiden Korea Selatan Pak Chung-hee yang dibunuh oleh anak buahnya - Istimewa
Presiden Korea Selatan Pak Chung-hee yang dibunuh oleh anak buahnya - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kabar pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise pada Rabu (7/7/2021) mengagetkan dunia. Selain Presiden Haiti, berikut daftar 5 petinggi dunia yang juga tewas dibunuh secara tragis.

Jovenel Moise diketahui memimpin Haiti melalui dekrit, setelah pemilu legislatif yang seharusnya digelar tahun 2018 tertunda akibat adanya perselisihan. Termasuk soal waktu berakhirnya masa jabatan Moise sendiri.

Menjadi pemimpin negara yang sangat berpengaruh di sebuah negara, bahkan di dunia, memang tak selalu berjalan dengan mulus. Persaingan politik dan pertentangan antar tokoh bisa berujung maut.

Berikut daftar 5 petinggi dunia yang tewas dibunuh selain Presiden Haiti yang dilansir Bisnis.com. Mulai dari Presiden AS hingga Presiden Korea Selatan.

1. Presiden AS John F. Kennedy
John Fitzgerald Kennedy merupakan presiden ke-35 Amerika Serikat (AS) yang menjabat pada 20 Januari 1961 hingga 22 November 1963. Belum sampai pada akhir masa jabatannya, Kennedy dibunuh dengan cara ditembak oleh seseorang yang tak dikenal pada 22 November 1963.

Saat dibunuh, Kennedy berada dalam iring-iringan rombongan kepresidenan saat melakukan kunjungan ke Dallas, Amerika.

Terdapat 2 butir peluru yang ditembakkan ke arahnya dan menyasar bagian kepala Kennedy dan dinyatakan meninggal oleh tim dokter. Kennedy dibunuh dengan senjata api milik Lee Harvey Oswald berdasarkan hasil penyelidikan pihak berwajib.

2. Presiden Korea Selatan Park Chung Hee
Park Chung Hee adalah Presiden Korea Selatan pada tahun 1961-1979. Pembunuh Park Chung Hee merupakan Kepala Badan Intelijen Korea Selatan (KCIA) Kim Jae Kyu, yang juga merupakan sahabat karib Park.

Kematian Park mengakhiri 18 tahun masa kepemimpinannya sebagai Presiden Korea Selatan. Selama masa jabatannya, Park Chung Hee sukses memajukan perekonomian Korea Selatan.

Meski demikian, kesuksesan di bidang ekonomi itu harus dibayar rakyat Korsel dengan pembatasan hak-hak sipil dan politik yang diterapkan oleh Park pada jamannya.

3. Pimpinan India Mahatma Gandhi
Mahatma Gandhi dikenal sebagai pemimpin spiritual dan politikus asal India. Dia sangat lantang menyuarakan persatuan dan kerukunan antara umat Hindu dan Muslim di India, yang sering bertengkar pada saat itu.

Gandhi juga merupakan pempimpin yang paling sering terlihat dan terlibat dalam gerakan tanpa kekerasan demi mencapai kemerdekaan India. Sayangnya, dia ditembak oleh seorang penganut agama Hindu yang tergolong ekstrem pada 30 Januari 1948.

4. Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto
Benazir Bhutto merupakan Perdana Menteri Pakistan yang menjadi korban serangan bom bunuh diri pada 27 Desember 2007. Saat itu, Benazir baru saja melakukan kegiatan kampanye pemilihan umum Pakistan di Rawalpindi dalam upaya untuk menjabat sebagai Perdana Menteri Pakistan untuk ketiga kalinya.

Pelakunya merupakan seorang pemuda bernama Bilal yang berusia 15 tahun. Kelompak Taliban Pakistan mengklaim bertanggungjawab atas serangan terorisme tersebut. Mereka yang meminta Bilal untuk melakukan aksi pembunuhan Benazir.

Percobaan pembunuhan Benazir sebelumnya pernah terjadi ketika dia baru saja kembali dari pengasingan pada bulan Oktober di tahun yang sama, namu Benazir selamat.

5. Presiden Mesir Anwar Sadat
Presiden Mesir, Anwar Sadat tewas ditembak pada 6 Oktober 1981 dalam sebuah parade militer oleh anggota tentara anggota Jihad Islam. Organisasi tersebut merupakan muslim Mesir berhaluan keras yang menentang perjanjian damai Mesir dengan Israel.

Sadat menjadi korban pembunuhan karena dia dituduh sebagai pengkhianat Islam dan dunia Arab setelah menandatangani Perjanjian Camp David. Akibat perjanjian perdamaian dengan rezim perampok Israel itu, negara Mesir diasingkan dari lingkungan negara-negara Arab.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india amerika serikat korea selatan pembunuhan mesir pakistan
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top