Tak Ada Jakarta, Ini 10 Kota dengan Toleransi Tertinggi

Kota Salatiga menjadi kota toleran di Indonesia dengan skors 6,717 dan disusul oleh Singkawang dengan skors 6,450.
- Bisnis.com
Senin, 31 Mei 2021 | 11:18
Pengendara mobil melintasi jalan tol fungsional Salatiga-Solo di Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (8/6/2018)./ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Pengendara mobil melintasi jalan tol fungsional Salatiga-Solo di Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (8/6/2018)./ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

<p><span style="font-weight: 400;"><strong>Bisnis.com,</strong> JAKARTA &ndash; Toleransi merupakan salah satu hal yang sedang digencarkan oleh pemerintah saat ini. Dalam toleransi, manusia bisa menerima perbedaan yang ada di masyarakat, terlebih di negara yang banyak sekali perbedaan aliran kepercayaan, agama dan budaya.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Sikap toleransi memang harus dimiliki oleh setiap elemen masyarakat pada saat ini, dengan adanya sikap tersebut rasa kenyamanan dan ketentraman akan menjadi suatu yang mungkin dirasakan oleh masyarakat.&nbsp;</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Dilansir dari akun twitter Indonesia Baik (@indonesiabaikID) terdapat 10 kota di Indonesia yang memiliki indeks toleran yang tinggi. Dari 94 kota yang diteliti oleh Setara Institute pada 2020, Kota Salatiga menjadi kota toleran dengan skors 6,717 dan disusul oleh Singkawang dengan skors 6,450.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Dalam penelitian kota tertoleran ini, Setara Institute melakukannya dengan cara 4 Variabel dan 8 Indikator untuk menentukan skor akhir dari kota yang memiliki tingkat toleran tinggi.&nbsp;</span></p><p><iframe width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" src="https://www.youtube.com/embed/jkGQo1NFV48" title="YouTube video player"></iframe></p><p><span style="font-weight: 400;">Ada 4 variabel dan 8 indikator tersebut terdiri dari:</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Variabel</span></p><ul><li><span style="font-weight: 400;"></span><span style="font-weight: 400;"><span> </span></span><span style="font-weight: 400;">Pemerintah kota tersebut memiliki regulasi yang kondusif bagi praktik dan promosi toleransi.</span></li><li><span style="font-weight: 400;"></span><span style="font-weight: 400;"><span> </span></span><span style="font-weight: 400;">Pernyataan dan tindakan aparatur pemerintah kota tersebut kondusif bagi praktik dan promosi toleransi</span></li><li><span style="font-weight: 400;"></span><span style="font-weight: 400;"><span> </span></span><span style="font-weight: 400;">Tingkat peristiwa dan tindakan pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan rendah atau tidak ada sama sekali</span></li><li><span style="font-weight: 400;"></span><span style="font-weight: 400;"><span> </span></span><span style="font-weight: 400;">Menunjukan upaya yang cukup dalam tata kelola keberagaman identitas keagamaan warganya</span></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Indikator</span></p><ul><li><span style="font-weight: 400;"></span><span style="font-weight: 400;"><span> </span></span><span style="font-weight: 400;">Rencana pembangunan dalam bentuk RPJMD dan produk hukum pendukung lainnya</span></li><li><span style="font-weight: 400;"></span><span style="font-weight: 400;"><span> </span></span><span style="font-weight: 400;">Kebijakan diskriminatif</span></li><li><span style="font-weight: 400;"></span><span style="font-weight: 400;"><span> </span></span><span style="font-weight: 400;">Pernyataan pejabat kunci tentang peristiwa intoleransi</span></li><li><span style="font-weight: 400;"></span><span style="font-weight: 400;"><span> </span></span><span style="font-weight: 400;">Tindakan nyata terkait peristiwa</span></li><li><span style="font-weight: 400;"></span><span style="font-weight: 400;"><span> </span></span><span style="font-weight: 400;">Peristiwa intoleransi</span></li><li><span style="font-weight: 400;"></span><span style="font-weight: 400;"><span> </span></span><span style="font-weight: 400;">Dinamika masyarakat sipil terkait peristiwa intoleransi&nbsp;</span></li><li><span style="font-weight: 400;"></span><span style="font-weight: 400;"><span> </span></span><span style="font-weight: 400;">Heterogenitas keagamaan penduduk</span></li><li><span style="font-weight: 400;"></span><span style="font-weight: 400;"><span> </span></span><span style="font-weight: 400;">Inklusi sosial keagamaan</span></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Dari hasil ke 4 variabel dan 8 indikator tersebut, muncullah 10 nama kota yang memiliki tingkat toleransi yang tinggi, berikut urutan 10 kota ter-toleran menurut Setara Institute :</span></p><ol><li><span style="font-weight: 400;"> Salatiga, skor 6,717</span></li><li><span style="font-weight: 400;"> Singkawang, skor&nbsp; 6,450</span></li><li><span style="font-weight: 400;"> Manado, skor 6,200</span></li><li><span style="font-weight: 400;"> Tomohon, skor 6,183</span></li><li><span style="font-weight: 400;"> Kupang, skor 6,037</span></li><li><span style="font-weight: 400;"> Surabaya, skor 6.033</span></li><li><span style="font-weight: 400;"> Ambon, skor 5,733</span></li><li><span style="font-weight: 400;"> Kediri, skor 5,583</span></li><li><span style="font-weight: 400;"> Sukabumi, skor 5,546</span></li><li><span style="font-weight: 400;"> Bekasi, skor 5,530</span><span style="font-weight: 400;"></span></li></ol><p></p>

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis :
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro