Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengunjung Tanah Abang Membludak, Anggota DPR: Pemprov DKI Tak Siap

Keramaian itu mestinya bisa diantisipasi lebih awal dengan sosialisasi masif oleh Pemprov DKI Jakarta dan konsolidasi dengan aparat.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  03:30 WIB
Kerumunan masyarakat terlihat memadati Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (1/5/2021). - Antara\r\n
Kerumunan masyarakat terlihat memadati Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (1/5/2021). - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengkritik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait penanganan potensi penyebaran Covid-19 akibat kerumunan yang terjadi di Pasar Tanah Abang pada akhir pekan lalu. 

Dalam video yang viral di media sosial, jumlah pengunjung di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/5/2021) jauh melebihi rata-rata waktu normal. Dalam video yang beredar, tampak tidak ada jarak antar pengunjung dan minimnya ketaatan menjalankan protokol kesehatan. 

Rahmad mengaku sudah melihat tayangan video kerumunan Pasar Tanah Abang yang beredar di media sosial itu. Politisi PDI-Perjuangan itu menyayangkan dan mencemaskan keramaian pasar Tanah Abang oleh pengunjung yang  sama sekali tak berjarak.

“Aparat pemerintah di daerah tidak siap terhadap antisipasi gejolak membludaknya Pasar Tanah Abang. Ketidaksiapan ini terlihat dari tidak adanya penyekatan, tidak ada penutupan pintu-pintu masuk transportasi menuju ke Tanah Abang. Semua dilakukan setalah adanya kerumunan yang banyak di area Pasar Tanah Abang,” kritik Rahmad, seperti dilansir laman resmi DPR RI, Minggu (2/5/2021).

Video terkait lonjakan pengunjung dan beredar di media sosial itu, kata Rahmad, menjadi tontonan yang bertolak belakang dengan langkah pemerintah pusat mengendalikan penyebaran virus Covid-19. Pasalnya, pemerintah pusat tengah gencar melakukan larangan mudik pada Lebaran tahun ini hingga mengeluarkan imbauan supaya tidak membuat kerumunan.

Namun, jelas dia, kerumunan pengunjung yang terjadi di Pasar Tanah Abang tampak masyarakat seolah-olah tidak takut terhadap wabah Covid-19.

“Kita harus segera konsolidasi. Gubernur, Satgas daerah dan aparat keamanan TNI-Polri untuk mengkanalisasi, supaya segera diurai, sehingga tidak sampai terjadi penumpukan pengunjung lagi, apalagi jika sampai sore hari,” saran Rahmad.

Menurut legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah V ini, keramaian itu mestinya bisa diantisipasi dengan sosialisasi terus menerus dilakukan Pemprov DKI Jakarta ke masyarakat yang akan berkunjung ke pusat-pusat perbelanjaan tradisional atau modern menjelang Lebaran.

Bila kewalahan, sebutnya, maka Pemprov DKI Jakarta bisa berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengarahkan dan mengatur masyarakat agar tidak sampai ke Pasar Tanah Abang. Misalnya, kata dia, bisa saja kunjungan masyarakat ke fasilitas itu dihentikan dulu karena situasi tidak memungkinkan atau karena pasar melebihi kapasitas.

“Kita bisa belajar seperti yang terjadi di India saat ini. Negara tersebut sedang dihantam pandemi Covid-19 karena banyak kerumunan masyarakatnya di beberapa tempat. Saya mendesak koordinasi aparat kepolisian dan TNI untuk melakukan penyekatan sampai sore, jangan sampai masyarakat masuk ke Pasar Tanah Abang,” saran Rahmad.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr Pemprov DKI tanah abang pasar tanah abang
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top