Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menlu Asean Bahas Kerja Sama dengan Inggris, Ini Isinya

Total nilai perdagangan antara Asean-Inggris mencapai US$52 miliar pada 2019, lebih besar dari perdagangan Inggris dengan Jepang, India, atau Korsel. Inggris juga menjadi investor terbesar ketiga di Asean dari Eropa.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 08 April 2021  |  22:24 WIB
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (kanan) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab (kiri) di Jakarta, Rabu (7/4/2021)  -  Antara / Kemlu RI
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (kanan) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab (kiri) di Jakarta, Rabu (7/4/2021) - Antara / Kemlu RI

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama Menlu Asean lainnya menggali kerja sama di berbagai bidang dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab usai kunjungannya ke Jakarta pada Rabu (7/4/2021).

Menlu Retno menyebutkan total nilai perdagangan antara Asean-Inggris mencapai US$52 miliar pada 2019, lebih besar dari perdagangan Inggris dengan Jepang, India, atau Korsel. Inggris juga menjadi investor terbesar ketiga di Asean dari Eropa.

Angkat tersebut menunjukkan adanya peluang bagi Asean dan Inggris untuk meningkatkan upaya menuju pemulihan.

“Guna mencapai hal ini, kita juga harus mengatasi hambatan perdagangan antara negara-negara Asean dengan Inggris, misalnya melalui program fasilitasi perdagangan," kata Menlu Retno dalam pertemuan Asean-UK Open Ended Troika Dialogue pada Kamis (8/4/2021).

Selain perekonomian, kerja sama juga dapat diperluas mencakup area lain yang menjadi kepentingan bersama, seperti ekonomi digital, layanan keuangan, dan energi baru dan terbarukan.

Kerja sama Asean dengan Inggris juga perlu didorong dalam isu perubahan iklim. Sebagai kawasan yang rawan bencana, Asean memiliki perhatian besar terhadap dampak merusak perubahan iklim.

Jika tidak diatasi, perubahan iklim dapat menggerus 11 persen PDB kawasan. Oleh karena itu, upaya memulihkan ekonomi dari pandemi harus dibarengi dengan upaya mengatasi perubahan iklim.

Asean juga mendorong kerja sama digital sebagai upaya pemulihan ekonomi serta mendukung keketuaan Inggris pada COP 26.

Terkait situasi di Myanmar, Menlu Retno menekankan kembali bahwa kekerasan harus dihentikan untuk mencegah terus berjatuhannya korban dan demokrasi harus ditegakkan kembali. Asean harus menjadi kawasan yang aman, stabil, dan damai.

“Saya dengan jelas sampaikan bahwa Asean hanya ingin mengulurkan bantuan untuk mengatasi situasi di Myanmar. Hanya dengan begitu, kita sebagai keluarga dapat mencapai kemakmuran bersama," tutup Menlu RI.

Perlu diketahui, Inggris berperan cukup besar dalam penyediaan vaksin AstraZeneca yang didistribusikan melalui kerangka kerja sama COVAX Facility yang berkontribusi terhadap suplai di kawasan.

Sementara itu, Menlu Raab memandang Asean sebagai mitra penting dan menyambut baik usulan kerja sama dari Asean di bidang maritim, lingkungan, pemulihan ekonomi, dan digitalisasi.

Inggris selaku ketua G7 tahun ini mengharapkan dukungan Asean dan mengundang kehadiran Sekjen Asean dan Brunei Darussalam.

Pertemuan ASEAN-UK Open-Ended Troika Dialogue diinisiasi oleh Brunei selaku Ketua ASEAN saat ini. Troika terdiri dari Brunei, Sekjen ASEAN, dan Kamboja selaku Ketua ASEAN tahun depan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenlu asean
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top