Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rencana Merger Pelindo, DPR: Jangan Korbankan Tenaga Kerja!

Wacana merger PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I hingga IV perlu dicermati dengan baik supaya rencana tersebut tidak mengorbankan tenaga kerja.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  12:20 WIB
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) mengelola 43 pelabuhan umum di tujuh provinsi Indonesia, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.  - Pelindo III
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) mengelola 43 pelabuhan umum di tujuh provinsi Indonesia, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. - Pelindo III

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Achmad Baidowi menilai bahwa rencana merger PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I hingga IV perlu dicermati dengan baik. Dia mengatakan agar rencana tersebut tidak mengorbankan tenaga kerja.

Menurutnya, operator utama pelabuhan tersebut memang perlu digabungkan dalam satu holding guna menghadirkan layanan terintegrasi dan sesuai standar. Upaya agar layanan di satu pelabuhan tidak berbeda dengan pelabuhan lainnya.

Selain itu, rencara holding perusahaan ini diharapkan mampu membuat kualitas layanan logistik kian meningkat. Hal ini kata dia penting karena Indonesia masih tertinggal dalam layanan logistik dibandingkan Malaysia dan Singapura.

“Biaya logistik Indonesia cukup besar. Biaya logistik Indonesia mencapai 23,5 persen dari PDB, berbeda dengan Malaysia yang hanya 13 persen dari PDB,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (3/3/2021).

Lebih lanjut, besarnya biaya logistik ini sangat berpengaruh pada indeks kemudahan berusaha yang selama ini menjadi perhatian calon investor untuk berinvestasi di sebuah negara.

“Meski demikian, sisi negatifnya juga harus diperhatikan khususnya terkait keberlangsungan usaha anak dan cucu perusahaan Pelindo. Selain itu, merger pelindo ini jangan sampai mengorbankan tenaga kerja,” katanya.

Selain itu, Achmad Baidowi menilai Kementerian BUMN dapat memilih salah satu PT Pelindu untuk menjadi holding perusahaan dengan memperhatikan pengalaman dan kualitas layanan selama ini.

“Khususnya dalam menangani pelabuhan utama yang berhubungan dengan layanan pelayaran Internasional,” ujarnya.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menuturkan merger PT Pelindo I-IV dipercaya dan diharapkan akan membantu logistik nasional menjadi lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien.

Kata dia, penggabungan empat kekuatan perusahaan ini akan membuat aset serta standar operasional sehingga dari Sabang sampai Merauke akan berada pada satu sistem.

Saat ini lanjutnya, pindah pelabuhan juga berarti pindah sistem yang menyebabkan banyak keterlambatan dan banyak hal prosedural yang harus dilalui.

"Jadi keinginan kita Pak Jokowi, tol laut itu akan semakin cepat terlaksana. Ketika ide besar membangun sebuah kekuatan, menyatukan Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV dalam sebuah perusahaan, di merger," kata Arya melalui saluran YouTube Kementerian BUMN RI, Sabtu (27/2/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr pelindo

Sumber : Siaran Pers

Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top