Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Budi Gunadi Sadikin (ketiga kiri), ketika masih menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, didampingi jajaran direksi menyampaikan paparan publik laporan kinerja triwulan IV/2014 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di Jakarta, Rabu (11/2/2015). Presiden Joko Widodo menugaskan Budi Gunadi Sadikin menjadi Menteri Kesehatan. - ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Premium

Pro Kontra Menteri Kesehatan Non-Dokter dan Diangkatnya Budi Gunadi Sadikin

23 Desember 2020 | 13:43 WIB
Ditunjuknya Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan menjadi sorotan. Latar belakangnya yang non medis menjadi perhatian masyarakat.

Bisnis.com, JAKARTA – Lewat 9 bulan sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, Presiden Joko Widodo akhirnya melakukan pergantian pemain di pos Menteri Kesehatan. Budi Gunadi Sadikin, sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN, dipilih Jokowi untuk menggantikan Terawan Agus Putranto.

Namun, alih-alih memuaskan seluruh khalayak, pengangkatan Budi menimbulkan perdebatan baru.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review sekaligus pengamat politik Universitas Al Azhar Ujang Komarudin menilai wajar jika ada perdebatan.

“Paling tidak menteri harus punya kriteria. Pertama, integritas atau kejujuran, agar tidak jatuh ke lubang yang sama seperti menteri yang ditangkap KPK [Komisi Pemberantasan Korupsi]. Kedua, adalah ahli di bidangnya. Ketiga, adalah acceptable oleh masyarakat. Nah, Budi Gunadi minus di poin kedua, soal keahlian,” tuturnya kepada Bisnis, Rabu (23/12/2020).

Berbeda dengan Terawan, Budi memang bukan orang dari latar belakang ilmu kesehatan. Di luar jabatannya setahun terakhir sebagai Wakil Menteri (Wamen) BUMN, Budi adalah Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminum (Persero) alias Inalum. Inalum adalah holding BUMN tambang sekaligus yang pemilik 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Sebelumnya, mengawali karier sebagai staf di IBM Asia Pasifik, dia menempati sejumlah jabatan manajerial di Bank Bali, Direktur Consumer Banking ABN Amro Indonesia, hingga menempati jabatan direksi Bank Mandiri. Di Mandiri, Budi pernah jadi Direktur Mikro dan Perbankan Ritel serta Direktur Utama, sebelum akhirnya ditarik ke Kementerian BUMN sejak era Menteri Rini Soemarno.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top