Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Malaysia: Layanan Kesehatan Terganggu Covid-19 Impor

Menteri Malaysia menegaskan tanggung jawab utama negara adalah menyediakan layanan kesehatan terbaik termasuk perawatan kepada rakyat Malaysia, bukannya untuk warga asing yang masuk ke Malaysia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Desember 2020  |  16:35 WIB
Ilustrasi - Sejumlah warga berolah raga di taman kawasan Menara Berkembar Petronas (KLCC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (7/9/2020). - Antara
Ilustrasi - Sejumlah warga berolah raga di taman kawasan Menara Berkembar Petronas (KLCC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (7/9/2020). - Antara

Bisnis.com, KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia menyatakan pelayanan kesehatan negeri itu terganggu oleh munculnya kasus Covid-19 di luar negeri.

Malaysia menyediakan layanan kesehatan untuk kebutuhan warga negara Malaysia sendiri, bukan untuk warga asing.

Masuknya kasus impor ke Malaysia dinilai memberikan dampak besar pada kualitas layanan kesehatan negeri itu.  

Hal itu disampaikan Menteri di Kantor Perdana Menteri Bidang Tugas-Tugas Khusus, Mohd Redzuan Yusof di Kuala Lumpur, Rabu (2/12/2020).

Disebutkan bahwa kasus Covid-19 impor akan mengganggu layanan kesehatan pemerintah kepada warga Malaysia sendiri.

Redzuan menegaskan bahwa tanggung jawab utama negara adalah menyediakan layanan kesehatan terbaik termasuk perawatan kepada rakyat Malaysia, bukannya untuk warga asing yang masuk ke Malaysia.

"Masuknya kasus impor ini akan memberikan dampak besar kepada Malaysia karena  fasilitas milik Malaysia untuk merawat kasus yang sebenarnya telah terjadi di luar negeri," ujar Mohd Redzuan Yusof.

Redzuan mengemukakan hal itu saat menjawab pertanyaan anggota parlemen Dr Ong Kian Ming yang meminta perdana menteri menjelaskan mengapa pelarangan masuk bagi warga di negara yang kasus Covid-19 nya 150.000 berlaku juga bagi yang mempunyai permit masuk negara yang sah seperti pemegang MM2H (kepemilikan rumah warga asing di Malaysia) dan pekerja ekspatriat.

"Keputusan pemerintah mengenakan pembatasan secara menyeluruh diambil sebagai langkah segera pada awal September 2020. Ketika itu pemerintah tidak mempunyai data yang mencukupi mengenai situasi penularan dan kaidah pengekangan wabah Covid-19 di negara-negara luar," katanya.

Justru itu, ujar dia, pemerintah mengambil langkah pembatasan ini untuk melindungi rakyat Malaysia karena kebimbangan terjadinya peningkatan kasus di negara yang risiko penularannya sampai Malaysia.

"Dalam tempo pembatasan sementara yang dibuat tersebut, pemerintah telah mendapatkan informasi terkini dan membuat penilaian risiko kembali," katanya.

Sehubungan dengan itu, ujar dia, pada 10 September 2020 pemerintah telah mengambil keputusan supaya pemegang pas ekspatriat kategori EP 1 dan pakar atau pekerja mahir warga negara asing dari 23 negara yang dikenakan pembatasan masuk diizinkan untuk memasuki Malaysia.

"Mereka dikehendaki mengemukakan permohonan dari Kantor Imigrasi Malaysia dan perlu mengemukakan dokumen dukungan dari MIDA (Kementrian Perdagangan Internasional) atau lembaga terkait," katanya.

Sementara itu seorang ekspatriat asal Indonesia yang baru masuk Malaysia melalui Bandara KLIA mengatakan pihaknya telah membayar biaya karantina di hotel sebanyak RM4.950 atau Rp17 juta lebih selama 14 hari.

Berdasarkan hasil tes PCR yang baru diketahui dua hari kemudian dirinya dinyatakan positif dan dibawa ke rumah sakit khusus Covid-19 Hospital Sungai Buloh. Namun, menurutnya fasilitas di rumah sakit tersebut kurang bagus.

"Biaya perawatan rumah sakit memang gratis tetapi kami sudah membayar biaya karantina RM4.950 dan hotel hanya ditempati dua hari karena langsung dibawa ke rumah sakit. Semoga bisa refund," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top