Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peluang Donald Trump Batalkan Hasil Pemilu AS Kian Tipis

Impian Trump untuk membalikkan hasil pemilu telah menyempit secara signifikan setelah hasil sertifikasi di Georgia dan wilayah terbesar Arizona, yang mendukung Biden selesai Jumat lalu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 November 2020  |  06:28 WIB
Presiden Donald Trump saat hendak terbang bersama Air Force One meninggalkan Florida untuk berkampanye di North Carolina, Pennsylvania, Michigan dan Wisconsin, di Bandara Internasional Miami International, Florida, AS, 2 November 2020. - Antara/Reuters\r\n
Presiden Donald Trump saat hendak terbang bersama Air Force One meninggalkan Florida untuk berkampanye di North Carolina, Pennsylvania, Michigan dan Wisconsin, di Bandara Internasional Miami International, Florida, AS, 2 November 2020. - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Peluang Donald Trump dan sekutunya dari Partai Republik untuk membatalkan hasil pemilu Amerika Serikat kian lenyap akibat gugatan kecurangan pemilu yang tak terbukti dan penghitungan ulang suara berulang kali gagal untuk mengurangi kemenangan penantang Joe Biden dari Partai Demokrat.

Setelah sejumlah negara bagian mengesahkan hasil pemilihan, Trump masih berupaya memengaruhi mereka untuk mengabaikan undang-undang negara bagian basis pemilih Partai Republik untuk mendukung penghitungan ulang suara elektoral (electoral college).

Impian Trump untuk membalikkan hasil pemilu telah menyempit secara signifikan setelah hasil sertifikasi di Georgia dan wilayah terbesar Arizona, yang mendukung Biden selesai Jumat lalu.

Gugatan Trump berantakan ketika hakim di seluruh negara bagian menghentikan gugatan hukum yang menyerukan kecurangan dalam pemilihan umum. Menurut para ahli dan pejabat publik tidak ada bukti kecurangan yang meluas.

Tiga negara bagian lain, Michigan, Nevada, dan Pennsylvania, akan bergabung dengan Georgia dalam mensertifikasi hasil pemilihan umum pekan ini seperti dikutip TheGuardian.com, Minggu (22/11/2020).

Dihadapkan pada kenyataan seperti itu, upaya Trump hanya bisa membujuk politisi Republik di beberapa negara bagian untuk mengabaikan putusan suara populer konsentrasi pada suara elektoral meski hal itu sulit dilakukan. Electoral college merupakan badan yang benar-benar berisi para electoral (pemilih) penentu presiden baru.

Sidney Powell, salah satu pengacara Trump, mengatakan kepada Fox Business Network bahwa pembuat undang-undang harus memastikan bahwa para elector memilih Trump.

Trump tidak saja kehilangan dukungan di dalam negeri, tetapi sejumlah negara lain telah memberikan ucapan selamat kepada Presiden terpilih Joe Biden, yang akan diangkat sumpah pada 20 Januari tahun depan sesuai dengan konstitusi AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat presiden as Donald Trump Pilpres AS 2020 Joe Biden

Sumber : TheGuardian.com

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top