Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pham Nhat Vuong, pendiri dan pemilik Vingroup JSC, dalam acara pembukaan pabrik VinFast di Haiphong, Vietnam, Jumat (14/6/2019). - Bloomberg/Yen Duong
Premium

Saat Penanganan Pandemi Covid-19 Turut Menyelamatkan Harta Orang Terkaya Vietnam

03 November 2020 | 15:20 WIB
Pham Nhat Vuong patut berterima kasih kepada Pemerintah Vietnam karena berkat penanganan pandemi Covid-19 yang tepat, bisnisnya tak banyak terdampak. Orang terkaya Vietnam ini pun tak berhenti ekspansi dan terus menumpuk aset.

Bisnis.com, JAKARTA – Ketika pandemi Covid-19 tiba di Vietnam, banyak yang menduga posisi kekayaan Pham Nhat Vuong akan terancam. Mafhum, orang terkaya nomor satu di negara tersebut mengandalkan pendapatan pada Vingroup, perusahaan konglomerasi yang bergerak di sektor properti, perakitan mobil, ritel, dan alat kesehatan.

Mayoritas sektor-sektor tersebut sebenarnya rentan terhadap pandemi. Namun, apa yang terjadi tampaknya justru akan berkebalikan dari prediksi.

Meski kekayaannya memang sempat terdampak pandemi hingga turun menjadi US$5,19 miliar pada 24 Maret 2020, pelan tetapi pasti harta Pham kembali ke level normal. Hingga 31 Oktober 2020, Bloomberg Billionaire Index bahkan mencatat kekayaan Pham kembali ke posisi US$8,34 miliar.

Posisi tersebut kian jauh meninggalkan orang terkaya kedua Vietnam, juragan VietJet Air Nguyen Thi Phuong Thao yang hartanya masih mentok di angka US$2,1 miliar. Pun, dengan penghuni urutan ketiga dan keempat, yakni Tran Ba Duong dan Ho Hung Anh.

Menguatnya posisi Pham tak lepas dari kenaikan harga saham Vingroup, yang menurut catatan Wall Street Journal (WSJ) diperdagangkan di harga 106.500 dong pada akhir perdagangan Senin (2/11/2020). Dan, salah satu kontributor terhadap sentimen positif saham Vingroup adalah rilis laporan keuangan perusahaan pada Sabtu (31/10).

Sebagaimana dicatat Forbes, terhitung hingga kuartal III/2020, Vingroup justru telah mampu mendulang laba hingga 1,4 triliun dong atau setara US$60 juta. Nominal ini saja sudah melampaui laba tahunan Vingroup yang mentok di angka 1,3 triliun dong pada 2019.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top