Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Komodo berada di habitat alaminya di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (25/10/2008). - Bloomberg/Adam Majendie
Premium

Kontroversi Jurassic Park di Pulau Rinca : Habitat Alami vs Pariwisata

29 Oktober 2020 | 10:39 WIB
Pembangunan proyek wisata yang disebut-sebut sebagai Jurassic Park di Pulau Rinca, yang menjadi salah satu habitat alami komodo, menjadi perbincangan publik. Perlukah proyek ini dibangun?

Bisnis.com, JAKARTA – Secara bergantian kata ‘komodo’ dan tagar #SaveKomodo mengisi puncak perbincangan Twitter sejak Senin (26/10/2020). Lebih dari 30.000 pengguna media sosial itu mengunggah gambar dan berbagai pernyataan terkait dua hal tersebut.

Pernyataan-pernyataan tersebut, kebanyakan, berisi kritik terhadap pembangunan proyek wisata yang disebut-sebut sebagai Jurassic Park di Pulau Rinca, yang letaknya amat dekat dengan habitat komodo di Pulau Komodo dan merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo. Penelusuran Bisnis menemukan bahwa tren kemunculan kritik mulanya bersumber dari akun @KawanBaikKomodo.

Dalam unggahannya, akun tersebut membagikan foto truk pembangunan proyek yang kedapatan berhadapan langsung dengan salah satu komodo. Hingga Kamis (29/10) pagi, foto ini telah mendapat like dan retweet masing-masing lebih dari 15.400 kali.

Tak lama berselang, tercatat sebuah petisi penolakan pembangunan proyek Jurassic Park sudah muncul di deret teratas laman Change.org. Petisi tersebut telah ditandatangani lebih dari 730.000 warganet.

Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo-Flores (BOPLBF) langsung angkat bicara atas beredarnya petisi itu. Direktur Utama BOPLBF Shana Fatina menyanggah anggapan bahwa pembangunan proyek Jurassic Park akan mengganggu konservasi komodo.

“Sebaiknya kita tidak mengambil asumsi dari foto yang ada, karena persepsi bisa dibangun menjadi opini, bukan fakta,” kata dia, seperti dilansir Antara.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top