Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Impor Covid-19 di China Bertambah Jadi 3.185

China melaporkan 18 kasus impor baru Covid-19 pada Jumat (23/10/2020). Dengan demikian, jumlah kasus impor di negara itu kini lebih dari 3.000.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  22:16 WIB
Seorang pekerja melakukan pemeriksaan kualitas di fasilitas pengemasan produsen vaksin China, Sinovac Biotech, yang mengembangkan vaksin untuk mengatasi Covid-19, dalam tur media yang diorganisir pemerintah di Beijing, China, Kamis (24/9/2020). - Antara/Reuters
Seorang pekerja melakukan pemeriksaan kualitas di fasilitas pengemasan produsen vaksin China, Sinovac Biotech, yang mengembangkan vaksin untuk mengatasi Covid-19, dalam tur media yang diorganisir pemerintah di Beijing, China, Kamis (24/9/2020). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – China melaporkan 18 kasus impor baru Covid-19, Jumat (23/10/2020). Dengan demikian, jumlah kasus impor di negara itu bertambah menjadi 3.185.

Seperti dilansir Antara, Komisi Kesehatan China (NHC) menyebutkan dari jumlah tersebut, sebanyak 2.948 pasien telah diizinkan meninggalkan rumah sakit setelah menjalani perawatan. Sementara itu, 237 orang lainnya masih dalam perawatan.

Sejauh ini, NHC menyatakan tidak ada pasien yang meninggal dunia dalam kasus impor tersebut.

Di sisi lain, dari 200 penumpang pesawat Xiamen Airlines dari Jakarta tujuan Fuzhou, China, tidak ada laporan positif Covid-19. Meski demikian, para penumpang langsung dibawa ke hotel setempat untuk menjalani karantina selama 14 hari.

Sebelumnya, mereka telah menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk dokumen kesehatan, swab test, dan imigrasi setibanya di Bandara Internasioal Changle, Kamis (22/10). Setelah masa karantina usai, mereka akan melanjutkan penerbangan ke berbagai kota tujuan lainnya di China.

Sebagian besar penumpang merupakan pekerja dan pebisnis dari China. Xiamen Airlines menjadi satu-satunya maskapai yang sudah memiliki jadwal penerbangan reguler Indonesia-China sejak kedua negara meneken kesepakatan Travel Corridor pada Agustus 2020.

Rute Jakarta-Fuzhou juga menjadi rute satu-satunya, dengan jadwal penerbangan setiap Kamis.

Hingga saat ini, tiga maskapai asal Indonesia masih belum melayani penerbangan reguler ke China kecuali penerbangan carter dari Jakarta dengan tujuan Chengdu, Kunming, dan Hangzhou.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top