Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Terdakwa Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat berjalan saat mengikuti sidang lanjutan kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (7/9 - 2020). ANTARA FOTO / M Risyal Hidayat
Premium

Pleidoi Pilu vs Berkas Dakwaan Heru Hidayat dalam Kasus Dugaan Korupsi Jiwasraya

22 Oktober 2020 | 17:24 WIB
Heru Hidayat menilai tuntutan jaksa berupa pidana seumur hidup, denda Rp5 miliar subsider 1 tahun kurungan, dan pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp10,72 triliun seolah merampas hasil kerja kerasnya selama ini.

Bisnis.com, JAKARTA — Komisaris Utama emiten PT Trada Alam Minera Tbk. (TRAM) Heru Hidayat yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengaku tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung bagaikan hukuman mati.

Heru juga merasa tuntutan JPU berupa pidana seumur hidup, denda Rp5 miliar subsider 1 tahun kurungan, dan pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp10,72 triliun seolah merampas hasil kerja kerasnya selama ini.

“Bukan diri Saya yang saya pikirkan, melainkan bagaimana nasib keluarga Saya dan seluruh karyawan Saya yang saat ini hanya tersisa 1.000 orang, dari 10.000 akibat adanya perkara ini. Padahal belum habis pikiran Saya memikirkan 9.000 orang mantan karyawan Saya dan seluruh keluarganya yang saat ini tidak memiliki pekerjaan,” katanya saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi, Kamis (22/10/2020).

JPU Kejaksaan Agung menyebut Heru terbukti melakukan tindak pidana korupsi pengelolaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan merugikan keuangan negara senilai Rp16,8 triliun serta tindak pidana pencucian uang.

Apabila uang pengganti tidak dibayar dalam waktu sebulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, jaksa akan menyita harta benda Heru Hidayat kemudian melelangnya untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Dalam pleidoinya, Heru mengklaim harta yang dimilikinya tidak mencapai Rp10 triliun, sedangkan dia dinilai jaksa terbukti memperoleh dan menikmati uang Rp10,72 triliun dari korupsi Jiwasraya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top