Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kunjungan PM Suga Sinyal Serius Jepang Merapat ke Asean  

Jepang adalah satu-satunya  negara yang melakukan upaya serius untuk mengubah rantai pasokan dan merelokasi perusahaannya dari China ke Asean.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  09:13 WIB
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (tengah) bersama Madam Suga Mariko (kedua kanan) melambaikan tangan setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (20/10/2020). Lawatan kenegaraan tersebut dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antarkedua negara.  - ANTARA\r\n
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (tengah) bersama Madam Suga Mariko (kedua kanan) melambaikan tangan setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (20/10/2020). Lawatan kenegaraan tersebut dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antarkedua negara. - ANTARA\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Kunjungan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga ke Indonesia dan sebelumnya Vietnam, mempertegas upaya untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara Asean. 

Tridivesh Singh Maini, Analis Kebijakan di Jindal Global University, India mengatakan Jepang adalah satu-satunya  negara yang melakukan upaya serius untuk mengubah rantai pasokan dan merelokasi perusahaannya dari China ke Asean.

Jepang sebelumnya telah mengalokasikan US$653 juta untuk mendorong 87 perusahaan beralih dari China, baik kembali ke dalam negeri maupun pindah ke negara lain. Dari 87 perusahaan tersebut, 30 diantaranya diperkirakan akan pindah ke negara-negara Asean. 

Jepang juga berupaya untuk membawa negara-negara Asean seperti Thailand, Filipina dan Indonesia ke dalam Comprehensive and Progressive Trans Pacific Partnership (CPTPP), perjanjian perdagangan bebas antara Kanada dan 10 negara di kawasan Asia-Pasifik. 

Negara-negara tersebut yakni Australia, Brunei, Chile, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura dan Vietnam. Pada 30 Desember 2018, CPTPP mulai berlaku dan Jepang menjadi satu diantara enam negara pertama yang meratifikasi perjanjiannya selain Kanada, Australia, Meksiko, Singapura, dan Selandia Baru. Sedangkan Vietnam meratifikasi perjanjian itu pada 14 Januari 2019. 

Sementara itu, Vietnam tampaknya akan mendulang keuntungan paling banyak dari momentum relokasi itu, mengingat pengalamannya di masa lalu dalam menarik investasi dari perusahaan yang pindah dari China. 

Vietnam sebagai ketua Asean tahun ini telah secara agresif menarik perusahaan yang ingin pindah dari China. Hal yang sama juga dilakukan oleh negara anggota Asean lainnya seperti Thailand, Indonesia, Malaysia dan Filipina. 

Menangkap peluang itu, Pemerintah Indonesia belum lama ini mengesahkan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja atau Ominus Law untuk menarik investasi asing ke dalam negeri. 

"Hubungan ekonomi Asean-China kemungkinan tidak akan terpengaruh dalam jangka pendek. Apa yang bisa kita saksikan dalah peningkatan hubungan ekonomi antara beberapa negara Asean dengan Jepang dan Uni Eropa," kata Maini, dilansir The Geopolitics, Senin (20/10/2020). 

Sementara itu, hubungan ekonomi Asean dan China mungkin tidak menghadapi gangguan besar setidaknya dalam jangka pendek, banyak negara seperti Vietnam dan Thailand ingin memperluas hubungan dengan negara lain dan blok regional termasuk Uni Eropa.

Maini memandang hubungan ekonomi Jepang dan Asean kemungkinan akan tumbuh menguat setelah pandemi berlalu. Sementara itu, negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Jerman, juga dinilai perlu mendorong perusahaan mereka untuk berinvestasi di Asean. 

PM Suga bertemu Presiden Joko Widodo kemarin, Selasa (21/10/2020). Kunjungan pengganti Shinzo Abe tersebut akan berlangsung hingga besok, sebelumnya dia bertolak kembali ke Tokyo. 

Kedua kepala negara kemungkinan akan membahas kerja sama dalam konteks pandemi, baik dari aspek kesehatan maupun ekonomi.

-- 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang asean relokasi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top