Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cueki Peringatan China, AS Perbanyak Penjualan Senjata Canggih ke Taiwan

Total penjualan senjata itu bernilai sekitar US$5 miliar. Biasanya, angka penjualan itu meliputi biaya latihan militer dengan Amerika Serikat.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  10:52 WIB
Bendera Amerika Serikat - Investingnews.com
Bendera Amerika Serikat - Investingnews.com

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat (AS) bergerak maju dengan menjual lebih banyak peralatan militer canggih termasuk drone seri terbaru ke Taiwan setelah Beijing meningkatkan tekanan terhadap negara pulau yang diklaim sebagai miliknya tersebut.

Para pejabat AS mengatakan kepada Kongres bahwa pemerintahan Trump berencana untuk menjual drone MQ-9 dan sistem rudal pertahanan pantai ke Taipei, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut seperti dikutip Aljazeera.com, Rabu (14/10/2020).  Penjualan itu langsung mendapat teguran dari China.

Salah satu dari delapan sumber mengatakan bahwa total penjualan senjata itu bernilai sekitar US$5 miliar. Biasanya, angka penjualan itu meliputi biaya latihan  militer dengan Amerika Serikat.

Pada September lalu sebanyak tujuh sistem persenjataan utama juga dilaporkan tengah diproses untuk didatangkan dari AS seiring langkah pemerintahan Trump meningkatkan tekanan pada China. Tindakan itu diambil pada minggu-minggu terakhir kampanye untuk pemilihan presiden pada 3 November.

Pemberitahuan pendahuluan kepada Kongres untuk penjualan drone MQ-9 buatan General Atomics itu adalah yang pertama sejak pemerintahan Presiden Donald Trump bergerak maju dengan rencananya untuk menjual lebih banyak drone ke negara lain.

Penjualan itu dilakukan dengan menafsirkan kembali perjanjian kontrol senjata internasional yang disebut Rezim Kontrol Teknologi Rudal (MTCR).

Pemberitahuan ke Kongres lainnya kemarin adalah untuk rudal anti-kapal Harpoon berbasis darat, yang dibuat oleh Boeing.

Peralatan militer itu digunakan untuk rudal jelajah pertahanan pantai.

Salah satu sumber mengatakan sekitar 100 rudal jelajah itu akan menelan biaya sekitar US$2 miliar. Akan tetapi perwakilan untuk Departemen Luar Negeri AS tidak segera menanggapi permintaan komentar atas rencana tersebut.

Sedangkan, sumber pemerintah Taiwan mengakui bahwa "Taiwan memiliki lima sistem senjata yang sedang menjalani proses pembelian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat taiwan
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top