Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) mengawasi pemilih di bilik suara khusus saat simulasi pemungutan suara dengan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian COVID-19 di TPS 18 Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (12/9/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal - pra
Premium

Unek-Unek Pengusaha Saat Pemerintah Ngotot Gelar Pilkada Serentak

30 September 2020 | 19:48 WIB
Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Pilkada Serentak 2020 tidak akan ditunda di tengah pandemi Covid-19. Kekhawatiran risiko penularan saat pelaksaaan pilkada pun bermunculan. Bagaimana respons pengusaha yang selama ini harus berkorban ketika PSBB dilakukan untuk menekan penularan?

Bisnis.com, JAKARTA – Pertaruhan besar akan terjadi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 lantaran dilakukan saat infeksi Covid-19 masih terus menanjak.

Presiden Joko Widodo bahkan menyatakan sendiri bahwa pemerintah tidak akan menunda pelaksanaan agenda yang dijuluki ‘pesta demokrasi’ serentak tersebut.

Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman, menyebut hal itu dilakukan untuk menjaga hak konstitusi rakyat, hak dipilih dan hak memilih.

Dia mengatakan, Pilkada Serentak 2020 tidak bisa ditunda. Pasalnya, pemerintah tidak tahu, kapan pandemi tersebut selesai. Dengan demikian, penundaan Pilkada dikhawatirkan dapat mengganggu hak konstitusional dan demokrasi masyarakat.  

Namun demikian, kalangan pengusaha menilai Pilkada Serentak 2020 yang dilakukan di tengah pandemi Covid-19, bisa menciptakan interaksi besar sehinga rentan terjadi penularan Covid-19 atau dapat memunculkan klaster baru.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top