Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Bros bertuliskan "Demokrat" dan "Republik" terlihat di acara nonton bareng hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2016 yang digelar Kadin AS di Hong Kong, China, Rabu (9/11/2016). - Bloomberg/Anthony Kwan
Premium

Manuver Telat Facebook dan Google Jelang Pilpres AS

28 September 2020 | 16:07 WIB
Google dan Facebook memutuskan untuk tidak menerima iklan politik jelang dan sesudah Pemilihan Presiden (Pilpres) AS pada 3 November 2020. Apa alasannya?

Bisnis.com, JAKARTA – Bagaimana jadinya jika perusahaan penyedia kolam iklan terbesar di dunia memutuskan untuk tidak menerima iklan tertentu ketika permintaan justru sedang tinggi-tingginya?

Pertanyaan itu barangkali akan segera terjawab lantaran Google, perusahaan penyedia jasa iklan daring terbesar saat ini, memutuskan untuk tidak menerima iklan politik pada 3 November 2020. Tanggal itu bertepatan dengan hari pemungutan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2020 yang mempertandingkan petahana Donald Trump dengan politikus Demokrat Joe Biden.

“Ini adalah keputusan sementara. Kami akan mengabari lagi para pengiklan apabila penutupan tersebut sudah dihapus,” kata juru bicara Google kepada Bloomberg, Jumat (25/9/2020).

Perusahaan rintisan Larry Page dan Sergey Brin tersebut bukan satu-satunya. Raksasa media sosial Facebook juga mengumumkan kebijakan serupa.

Google maupun Facebook khawatir jika nantinya iklan-iklan politik justru jadi alat bagi sebagian golongan untuk menyebarkan disinformasi dan memecah belah publik.

Bukan cuma tidak lagi menerima iklan politik pada hari pemilihan, Facebook juga menutup rapat-rapat pintu pengiklan selama 7 hari, dari sebelum hingga sesudah pemungutan suara.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top