Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pemilih memasukan surat suara ke dalam kotak suara saat dilaksanakan Simulasi Pemungutan Suara dengan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 pada Pilkada Serentak 2020 di TPS 18, Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (12/9/2020). Simulasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pembelajaran kepada pemilih dalam melaksanakan pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi COVID-19. - ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Premium

Risiko Besar, Saatnya Tunda Pilkada Serentak 2020?

22 September 2020 | 19:19 WIB
Meski ada desakan untuk menunda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, tetapi akhirnya kontestasi politik tersebut tetap digelar pada Desember 2020. Di tengah terus naiknya kasus Covid-19, apakah tetap menggelar Pilkada sepadan dengan risikonya?

Bisnis.com, JAKARTA – "Menyepakati bahwa pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 tetap dilangsungkan pada tanggal 9 Desember 2020 dengan penegakan disiplin dan sanksi hukum terhadap pelanggaran protokol kesehatan Covid-19."

Itu adalah simpulan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II DPR bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), Senin (21/9/2020).

Simpulan menyetujui pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 dalam waktu sekitar 2,5 bulan lagi tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tanjung.

Keputusan untuk tetap menggelar Pilkada seakan bertentangan dengan pernyataan Tito pada awal April 2020. Dalam keterangan resminya ketika itu, dia menyatakan masih akan melihat perkembangan penyebaran virus corona sebagai rujukan penentuan jadwal digelarnya Pilkada.

"Bila perang melawan Covid-19 ini tuntas dan selesai, maka saya dan teman-teman DPR, Bawaslu, KPU, dan DKPP akan bertemu lagi untuk urun rembug menentukan jadwal pelaksanaan Pilkada 2020," papar Tito.

Jika melihat masih tingginya penyebaran wabah virus corona di Indonesia, maka perang melawan Covid-19 justru tampak belum tuntas dan selesai. Jumlah kasus positif baru terus menembus angka tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top