Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Buronan Eddy Tansil, Direktur Utama Golden Key Gorup pembobol Bapindo (kini Bank Mandiri). - Antara
Premium

Pelarian Eddy Tansil: Rugikan Negara Rp1,3 Triliun, Kabur Bayar Petugas Rp2 Juta

16 September 2020 | 00:41 WIB
Eddy Tansil, buronan kasus pembobol Bapindo (kini Bank Mandiri) membayar Rp2 juta kepada petugas LP Cipinang untuk keluar dan kemudian kabur ke China.

Bisnis.com, JAKARTA - Membicarakan kisah pelarian koruptor di Tanah Air yang dibantu aparat keamanan, maka salah satu yang paling mudah teringat adalah kaburnya Bos Golden Key Group, Eddy Tansil. 

Eddy yang kemudian divonis 20 tahun penjara oleh Mahkamah Agung pada 1995. Vonis dilengkapi dengan kewajiban pengganti kerugian negara Rp500 miliar, serta denda Rp30 juta. Menghindari hukuman, ia kemudian kabur dengan bantuan petugas Lembaga Pemasyarakatan Cipinang meski dalam status pengawasan khusus pada 1996. 

Eddy Tansil didakwa merugikan negara US$430 miliar atau sekitar Rp1,3 triliun kurs saat itu (setara Rp6,3 triliun kurs 15 September 2020) yang bersumber dari kredit Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). Alih-alih membangun industri petrokimia terpau sesuai proposal, sebagian besar kredit yang diperolehnya dari Bapindo itu justru mengalir ke kantong pribadi. Sementara proyek petrokimia yang seharusnya dibangun dengan duit utang itu menjadi mangkrak. Akibatnya sejumlah pejabat yang disebut menjadi pendukungnya ketar ketir, pasalnya jaminan yang diserahkan untuk proyek di taksir tidak sampai 20 persen pinjaman.   

Bos Golden Key Group itu kemudian kabur pada 4 Mei 1996. sejumlah tim kemudian dibentuk untuk memburunya. Termasuk detektif internasional. Mendagri saat ini, Tito Karnavian menjadi tim pertama yang dibentuk memburu Eddy Tansil saat itu. Namun setelah 24 tahun berlalu, pemerintah tidak berhasil menangkap buronan yang kini menetap di China itu. 

Bisnis Indonesia edisi 15 September 1996 dengan tajuk 'Eddy Tansil Lari, 5 Oknum LP Diadili' melaporkan, aparat hukum yang membantu pelarian pembobol uang negara itu harus meringis merenungi nasib karena membiarkan buron legendaris itu kabur. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top