Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Sejumlah tenaga kesehatan melengkapi Alat Pelindung Diri (APD) ketika bersiap untuk melakukan tes usap di Pekanbaru, Riau, Kamis (3/9/2020). Satgas COVID-19 menilai perlunya pembatasan jam kerja dokter serta tenaga kesehatan COVID-19 untuk menghindari kelelahan yang mengakibatkan rentan tertular virus tersebut. - ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Premium

Perjalanan Covid-19 di Indonesia Menembus 200 Ribu

11 September 2020 | 08:30 WIB
Saat Virus Corona masuk pertama kali ke Indonesia, ketika itu kasus hanya satu-dua orang, semua orang panik. Sampai-sampai masker dan hand sanitizer jadi langka, kalaupun ada harganya setinggi langit.

Bisnis.com, JAKARTA – Hampir tujuh bulan Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Selama waktu itu pula, ketika negara lain sudah masuk gelombang kedua pandemi yang disebabkan Virus Corona, Indonesia belum lepas dari gelombang pertama. Sampai-sampai memimpin kasus Covid-19 terbanyak di Asia Tenggara.

Uniknya, saat Virus Corona masuk pertama kali ke Indonesia, ketika itu kasus hanya satu-dua orang, semua orang panik. Sampai-sampai masker dan hand sanitizer jadi langka, kalaupun ada harganya setinggi langit.

Sepanjang Maret, menurut perhitungan, rata-rata tambahan kasus Covid-19 harian secara nasional hanya 49, dan awalnya dari 2 orang  naik ke 100-an kasus sehari.

Gara-gara ini, pemerintah, baik di lingkup pusat maupun daerah kemudian memutuskan untuk melakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar). DKI Jakarta sendiri mengambil langkah ini mulai 10 April 2020.

Kala itu, semua sarana prasarana publik ditutup, mulai dari sekolah ditutup, kegiatan perkantoran dibatasi, pelayanan tatap muka untuk publik dibatasi, tempat wisata dan usaha hiburan atau rekreasi ditutup, pelayanan transportasi dibatasi, hingga kegiatan keagamaan yang mengumpulkan massa pun tak luput ikut dibatasi.

PSBB ketat kemudian dilakukan sampai tiga tahap dan angka kenaikan kasusnya bisa dibilang cukup terkendali. Pada April misalnya, rata-rata kenaikan kasus harian nasional sebanyak 286 kasus, dan pada Mei naik menjadi 527 kasus.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top