Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Kilang minyak di Venezuela.  - Bloomberg.
Premium

Ironi ‘Harga’ Minyak di Negeri Raja Minyak

02 September 2020 | 18:55 WIB
Venezuela terpaksa seolah menjual minyaknya ke negara lain seperti Kuba dan Italia dengan cuma-cuma, lantaran impitan utang yang dimilikinya.

Bisnis.com, JAKARTA – Kejatuhan ekspor minyak nampaknya membawa Venezuela harus melepas gelar sebagai negara raja minyak Amerika Latin. Mereka dipaksa menjual minyaknya ke negara lain, tanpa meraup untung.

Melansir Bloomberg, pengiriman minyak mentah periode Mei 2020 oleh negara tersebut adalah jumlah ekspor terendah sejak 73 tahun terakhir. Pengiriman minyak mentah Venezuela merosot menjadi hanya 167.222 barel per hari pada pekan kedua Juni 2020. Jumlah itu turun 45 persen dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.

Padahal, ekspor minyak mentah menjadi kontributor utama pendapatan Venezuela selama ini dan pernah menyumbang 95 persen dari arus masuk mata uang asing ke negara itu. Venezuela pun dikenal sebagai rumah dari cadangan minyak terbesar dunia.

Penurunan ekspor terjadi karena sanksi Amerika Serikat (AS) yang terus menargetkan Venezuela sebagai buntut penolakan terhadap pemerintahan Nicolas Maduro.

AS dan puluhan negara lainnya mendukung dan mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai Presiden Venezuela terpilih, tetapi Nicolas Maduro tetap bersikeras mempertahankan kekuasaannya meskipun mendapatkan sanksi dari banyak pihak.

Pemerintah AS memberikan sanksi administratif kepada Venezuela agar tidak dapat menjual minyak mentahnya ke penjual asing. Akibatnya, tangki penyimpanan minyak di Venezuela hampir penuh sehingga memaksa operator untuk menutup produksi ke tingkat paling rendah sejak Perang Dunia Kedua.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top