Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petugas mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) melakukan disinfektasi di restoran McDonald's di New Delhi, India, Senin (8/6/2020). - Bloomberg/T. Narayan
Premium

McDonald's Diadang Pandemi dan Gugatan Hukum, Masihkah Sahamnya I'm Lovin' It?

01 September 2020 | 15:35 WIB
Waralaba restoran cepat saji raksasa McDonald's tengah menghadapi setumpuk masalah, mulai dari penurunan kinerja sampai masalah hukum. Bagaimana pergerakan sahamnya?

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan makanan cepat saji raksasa McDonald's Corp. tengah menghadapi banyak masalah. Selain penurunan kinerja sebagai dampak pandemi Covid-19, waralaba asal AS ini juga harus membereskan perkara hukum yang menyangkut eks CEO mereka.

Pada akhir bulan lalu, McDonald's melaporkan kinerja keuangan semester I/2020. Hasilnya, pendapatan turun 19 persen secara year-on-year (yoy) menjadi US$8,45 miliar dari pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya, yang senilai US$10,43 miliar.

Laba bersih restoran dengan slogan "I'M Lovin' It" ini juga merosot hingga 44 persen menjadi US$1,59 miliar dari sebelumnya US$2,84 miliar.

Dalam keterangan resminya, McDonald's menyampaikan penurunan kinerja terjadi karena penutupan sementara gerai-gerai di banyak negara, pembatasan operasi, serta perubahan perilaku konsumen secara tiba-tiba di tengah pandemi Covid-19.

Perusahaan pun menyatakan kondisi pada periode April-Juni 2020 sudah lebih baik ketimbang kuartal sebelumnya karena pembatasan sosial di sejumlah negara sudah direlaksasi.

Dilansir CNBC, Selasa (28/7/2020), CFO McDonald's Kevin Ozan menyatakan pihaknya memproyeksi penjualan di gerai yang sama (same-store sales) di AS membaik pada Juli. Menu sarapan masih menjadi yang paling menantang, tapi pangsa pasarnya mulai meningkat.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top