Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pemusnahkan rokok ilegal di Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I, Sidoarjo, Jawa Timur. -  Antara / Umarul Faruq
Premium

Remaja, Rokok dan Putus Sekolah..

30 Agustus 2020 | 19:07 WIB
Harga rokok yang masih terjangkau bagi anak dan remaja menjadi salah satu penyebab tingginya perokok anak.

Bisnis.com, JAKARTA - Sudut baju putih Okta menguning. Serpihan tembakau melekat dan menghitam hingga membentuk garis gelap yang sukar hilang bila dicuci.

Okta, 15 tahun, mengenal rokok sejak berseragam putih biru. Dia belajar mengisap rokok dari kawan-kawan sekolahnya. Meskipun ayahnya perokok, Okta ketakutan bila sang Ayah tahu kebiasaan buruknya. 

Mudah bagi Okta untuk membeli rokok. Berbekal uang koin Rp1.000 dan selembar Rp2.000, bisa mendapatkan 2 batang rokok di warung-warung dekat rumah. Ketika pergi ke warung, dia rutin berdalih bila ditanya penjaga warung. Alasannya, rokok untuk paman.

Semua bermula dari iseng dan coba-coba bersama kawan-kawan putih birunya. Kini Okta rutin menghisap rokok. Tentunya, sesama perokok remaja, mereka masih saling berbagi keluh kesah untuk membeli rokok batangan.

Tapi paling sial, jika sisa sebatang rokok yang disembunyikan dengan apik terendus orangtuanya. Seperti kesialan yang dialami Okta pada suatu sore. Kala itu ayahnya, Made, tengah mencari pulpen dari dalam tasnya. Tapi saat merogoh kantong tas Okta, Made menemukan sebatang rokok di dalam plastik es lilin. 

Sontak, Made kesal. Dia marah dan berteriak memanggil Okta. Sejak itu pula, Made melarang Okta melanjutkan kebiasaannya dan segera berhenti merokok.  Okta ketakutan. Dia mengangguk dan menjawab, "iya Yah." 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top