Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan evaluasi PSBB tahap III di DKI, Kamis (4/6/2020). - Istimewa
Premium

Menguji Jurus Denda Progresif Anies Redam Covid-19 di DKI Jakarta

28 Agustus 2020 | 11:00 WIB
Tambahan ratusan kasus baru Covid-19 setiap hari bukan kabar buruk bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Justru, hal itu kabar gembira bagi mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu. Lho kok begitu?

Bisnis.com, JAKARTA — Kasus Covid-19 di Jakarta meroket. Betapa tidak, akhir-akhir ini, setiap hari bertambah ratusan kasus Covid-19 yang disebabkan virus corona baru SARS-CoV-2. Bagaimana Respons Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan?

Tambahan ratusan kasus baru bisa dimaknai dari dua sisi. Pertama, ratusan kasus baru yang sebagian besar orang tanpa gejala (OTG) dianggap kabar buruk, karena menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, bahwa virus corona ada di mana-mana dan menginfeksi siapa saja.

Maka, untuk meredam penularan Covid-19, perlu ada aksi nyata dan tegas dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan tentunya harus didukung warga Jakarta dan pihak non-pemerintah.

Pengendalian Virus Corona membutuhkan kedisplinan, ketaatan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak. Namun, ternyata membuat masyarakat disiplin dan patuh menjalankan protokol kesehatan tidak mudah.

Buktinya, kasus Covid-19 di Jakarta terus bertambah. Pada Kamis (27/8/2020), kasus baru atau tambahan Covid-19 sebanyak 820 orang, kasus aktif 7.027 orang, kasus kumulatif 36.462 orang. Dari jumlah tersebut, 28.288 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 77,6 persen, dan 1.147 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 3,1 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 4,3 persen.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,9 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 6,1 persen. WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top