Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Konsol Nintendo Switch dan Switch Lite keluaran Nintendo Co. dipampang di gerai Nintendo TOKYO di Tokyo, Jepang, Selasa (4/8/2020). - Bloomberg/Kiyoshi Ota
Premium

Saat Perang Dagang AS-China Mengusik 'Kedamaian' Industri Game Dunia

25 Agustus 2020 | 14:43 WIB
Siapa sangka perang dagang AS-China ternyata merembet ke industri game dunia? Nyatanya, saham-saham pengembang game yang terafiliasi dengan China kini dijauhi investor.

Bisnis.com, JAKARTA — Awal pekan ini terasa indah bagi Nintendo Co. Pada akhir perdagangan Senin (24/8/2020), harga saham perusahaan game yang dirintis oleh Fusajiro Yamauchi tersebut naik 4,8 persen hingga menembus 57.320 yen.  

Posisi ini merupakan rekor harga tertinggi sejak 19 Mei 2020. 

Pada perdagangan Selasa (25/8) pagi, saham Nintendo sedikit melemah ke posisi 55.970 yen. Meski demikian, secara year-to-date (ytd) sahamnya masih menguat 30,95 persen. 

Performa Nintendo bisa dikatakan melampaui ekspektasi, menimbang mereka belum merilis gim eksklusif baru setelah kemunculan Animal Crossing: New Horizons pada kuartal I/2020. Meskipun ada rumor perusahaan itu bakal meluncurkan konsol Switch baru pada 2021, tapi belum ada konfirmasi resmi.

Analis Daiwa Securities Co Eiji Kinouchi mengatakan lonjakan harga saham Nintendo dipicu peningkatan nilai pasar sebesar US$3 miliar dalam beberapa hari belakangan. Peningkatan ini sendiri, masih menurut Kinouchi, terjadi usai tren diburunya saham perusahaan di aplikasi trading Robinhood.

Data Daiwa Securities menyebut dalam beberapa bulan terakhir, perdagangan saham Nintendo merupakan yang paling banyak terjadi di Robinhood. Antusiasme pasar terutama muncul setelah Nintendo merilis laporan keuangan periode April-Juni 2020, yang menunjukkan laba bersih mereka meroket 541,3 persen secara year-on-year (yoy). 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top