Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pemimpin oposisi Rusia Alexey Navalny (tengah) bersama istrinya, Yulia (kanan), berjalan bersama para pengunjuk rasa lainnya dalam sebuah demonstrasi di Moskow, Rusia, Sabtu (29/2/2020). - Bloomberg/Andrey Rudakov
Premium

Alexei Navalny dan Para Kritikus Vladimir Putin yang Jadi 'Sasaran'

24 Agustus 2020 | 13:52 WIB
Pekan lalu, aktivis dan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny dilarikan ke rumah sakit karena diduga diracun. Intelijen Rusia di bawah pimpinan Presiden Vladimir Putin pun dicurigai sebagai pelakunya.

Bisnis.com, JAKARTA — Mantan juara dunia catur, aktivis politik, sekaligus Kepala Human Rights Foundation (HRF) Garry Kasparov hafal betul gerak-gerik Pemerintah Rusia dalam membungkam oposisi. Maka, tatkala kabar diracunnya politikus Alexei Navalny mencuat, Kasparov tak ragu menuding Presiden Vladimir Putin ada di belakangnya.

“Mereka [dokter di Jerman] juga tak ragu sama sekali bahwa Navalny diracun, dan Putin ada di belakangnya. Sekarang seharusnya yang kita pertanyakan adalah kenapa? Jawabannya, ini adalah evolusi kediktatoran,” tuturnya dalam wawancara dengan CNN, Minggu (23/8/2020).

Navalny adalah pengacara sekaligus politikus Partai Kemajuan, oposisi Rusia. Pada 2012, Wall Street Journal pernah menjulukinya sebagai orang yang paling ditakuti Vladimir Putin, dan hingga kini dia masih getol mengkritik kepemimpinan Putin.

Navalny dilarikan ke Jerman pada Minggu (23/8), untuk mendapat perawatan intensif setelah menderita kesulitan pernapasan yang berujung koma sejak Kamis (20/8).

Sekretaris Navalny Kira Yarmish mengatakan insiden itu terjadi usai Navalny meminum teh dalam penerbangan dari Tomsk ke Moskow, dalam rangka menghadiri kampanye Pilkada salah satu kadernya. Nyawa Navalny terselamatkan lantaran pesawat bergegas melakukan pendaratan darurat di Omsk.

Dalam cuitan di akun Twitternya, Yarmish juga mengamini dugaan yang dilontarkan Kasparov.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top