Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi menara telekomunikasi. - Bloomberg
Premium

Misi US$7 Miliar IHS Tower di Bursa AS

19 Agustus 2020 | 13:42 WIB
Tidak banyak perusahaan asal Afrika yang berani melantai di bursa AS, berbeda dengan perusahaan-perusahaan Asia. IHS Towers, salah satu perusahaan menara terbesar dunia, pun mencoba peruntungannya.

Bisnis.com, JAKARTA — Perhatian para investor di dunia kini tengah terpatri pada IHS Holding Ltd. Grup konglomerasi pemilik menara telekomunikasi asal Nigeria, IHS Towers, tersebut tengah bersiap melantai di bursa AS.

Kabar Initial Public Offering (IPO) IHS pertama kali terdengar dari Wendel SE, perusahaan asal Prancis yang menjadi salah satu pemegang saham. Tidak disebutkan berapa nominal dan harga penjualan saham yang bakal dikejar perusahaan, tapi laporan Bloomberg menyebutkan aksi korporasi IHS ini bakal memecahkan rekor IPO terbesar oleh perusahaan Afrika di bursa AS.

Nilainya ditaksir menyentuh US$7 miliar.

Proyeksi tersebut tak berlebihan menimbang posisi tawar IHS. Saat ini, mereka merupakan perusahaan dengan jumlah menara terbanyak jika dihitung khusus di kawasan Afrika, Eropa, dan Timur Tengah.

Sementara itu, secara global, perusahaan rintisan Sam Darwish ini juga berstatus pemilik menara terbanyak ketiga di dunia.

Selain Wendel, saham IHS Tower juga dikuasai oleh Goldman Sachs Group asal AS dan MTN Group asal Afrika Selatan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top