Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo menyimak pertanyaan saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2020). ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari
Premium

Cuitan Tjahjo Kumolo dan Problematika HAKI

18 Agustus 2020 | 16:08 WIB
Cuitan Tjahyo Kumolo yang membagikan tautan film ilegal bertemakan perjuangan sempat meramaikan jagat sosial media. Posisinya sebagai pejabat negara membuat cuitannya tersebut menjadi kontroversial.

Bisnis.com, JAKARTA – Tjahjo Kumolo memiliki rekam jejak yang cukup mentereng di kabinet masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, yang telah berjalan dua periode.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri selama 27 Oktober 2014 – 20 Oktober 2019. Dia bahkan sempat menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia selama sebulan yakni 1 Oktober 2019 – 20 Oktober 2019, menggantikan posisi koleganya Yasonna Laoly.

Kini, dia kembali masuk jajaran kabinet Jokowi pada periode kedua dengan menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia. Jabatan itu diampunya sejak 23 Oktober 2019,

Melihat rekam jejaknya di beberapa kementerian tersebut, sudah sewajarnya dia cukup paham dengan beragam regulasi. Apalagi dia sempat memimpin Kemenkumham, kementerian yang punya kewenangan melegalkan beragam aturan dan regulasi. Walaupun hanya sebulan.

Namun, apa yang dilakukan oleh Tjahjo pada hari peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI kemarin, seolah-olah meruntuhkan rekam jejaknya memimpin sejumlah kementerian strategis tersebut.

Pasalnya, Tjahjo ‘tertangkap basah’ membagikan tautan film ilegal alias bajakan melalui akun Twitternya @tjahjo_kumolo.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top