Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Warga membawa koran bersampulkan foto Lee Kuan Yew setelah Bapak Singapura itu meninggal dunia, di Singapura, Senin (23/3/2015). - Bloomberg/Nicky Loh
Premium

Historia Bisnis : Ketika Lee Kuan Yew Memberi Dorongan Moral untuk Indonesia

16 Agustus 2020 | 11:30 WIB
Lee Kuan Yew, mantan Perdana Menteri (PM) Singapura, termasuk salah satu yang optimistis Indonesia mampu mengatasi krisis ekonomi 1998 dengan cepat.

Bisnis.com, JAKARTA — Krisis ekonomi 1998 yang diperparah dengan gonjang-ganjing politik akibat tumbangnya Orde Baru bikin keterpurukan Indonesia jadi rahasia umum di kancah internasional. Hingga pengujung 1999, Indonesia terus mengalami kesulitan.

Usai terkontraksi 13,13 persen pada 1998, perekonomian Indonesia cuma tumbuh 0,79 persen pada tahun berikutnya. Tak sedikit yang meramal Indonesia masih akan mengalami kesulitan hingga bertahun-tahun kemudian.

Namun, di tengah sorotan tersebut, lecutan semangat datang dari Lee Kuan Yew, eks Perdana Menteri (PM) Singapura yang saat itu sudah menjabat Menteri Senior Singapura. Lee meyakinkan pada publik bahwa pulihnya kondisi Indonesia hanya tinggal menunggu waktu.

“Cepat atau lambat, krisis di Indonesia akan berakhir. Modal akan masuk dan para penganggur akan mendapatkan pekerjaan. Kemudian, kepercayaan akan kembali pulih dan segala sesuatunya akan membaik,” paparnya seperti diwartakan harian Bisnis Indonesia edisi 15 Agustus 2000, tepat hari ini 20 tahun yang lalu.

Ucapan Lee itu presisi. Walau masih sempat pasang surut selama beberapa tahun setelahnya, nyatanya sejak 2000, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tanda-tanda membaik. Pada akhir tahun, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 4,92 persen.

Lee bukan dukun. Ramalannya pun tidak asal jadi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top