Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Meja makan di luar sebuah gerai McDonalds ditutup agar tidak ada konsumen yang makan di tempat, di Berlin, Jerman, Senin (4/5/2020). - Bloomberg/Krisztian Bocsi
Premium

Bagaimana Negara-negara di Dunia Berusaha Bangkit dari Resesi akibat Pandemi?

10 Agustus 2020 | 14:38 WIB
Pandemi Covid-19 memicu gelombang resesi di berbagai belahan dunia. Bagaimana respons negara-negara yang menjadi korban?

Bisnis.com, JAKARTA — Sudah jatuh tertimpa tangga. Di tengah fenomena terus melonjaknya kasus positif Covid-19, badan statistik Filipina mengumumkan bahwa perekonomian negara itu terkontraksi 16,5 persen pada kuartal II/2020.

Angka tersebut tidak cuma lebih parah dari kontraksi 9,4 persen yang diprediksi para ekonom, tapi juga lebih parah dari kontraksi 0,2 persen pada kuartal sebelumnya. Filipina pun resmi menjadi negara Asean kedua yang mengalami resesi.

“Kemerosotan Produk Domestik Bruto (PDB) Filipina pada kuartal kedua seperti titik nadir perekonomian mereka, tapi pelemahan lain masih menanti. Walau aktivitas ekonomi sudah mulai berjalan, penambahan kasus yang terus naik dan pemberlakuan lagi karantina di beberapa wilayah akan menghambat pertumbuhan,” tutur ekonom Bloomberg Justin Jimenez, Kamis (6/8/2020).

Data terbaru Worldometer menyebut kasus di Filipina kini nyaris menembus 130.000, dengan jumlah pasien yang sembuh sebanyak 67.673 orang dan kasus kematian 2.270.

Pemerintahan Rodrigo Duterte memangkas proyeksi pertumbuhan ekonominya tahun ini menjadi minus 5,5 persen dari sebelumnya tumbuh 6,5 persen. Kondisi ini diperburuk dengan pengakuan pemerintah yang menyatakan tak mampu mendanai paket stimulus senilai 1,3 triliun peso yang sudah disetujui DPR pada Juni.

"Kami dalam kondisi yang buruk dan satu-satunya jalan keluar adalah stimulus fiskal. Dibandingkan menyimpan dana untuk hari lain yang lebih buruk, yang kita tidak tahu kapan akan datang, pemerintah harus memiliki rencana untuk mengontrol virus supaya pemerintah bisa menyusun program stimulus," papar anggota DPR Filipina Stella Quimbo kepada Bloomberg, Sabtu (8/8).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top