Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Mukesh Ambani, bos Reliance Industries Ltd., dalam sebuah sesi di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (17/1/2017). - Bloomberg/Simon Dawson
Premium

Ambisi Bisnis Digital Bawa Mukesh Ambani Jadi Orang Terkaya Keempat Dunia

10 Agustus 2020 | 12:06 WIB
Mukesh Ambani mengawinkan teknologi dengan ritel demi melahirkan raksasa internet di India. Kekayaannya kini sudah melampaui Warren Buffett dan Elon Musk.

Bisnis.com, JAKARTA — Tampaknya tak ada yang bisa menghentikan Mukesh Ambani untuk mencapai posisi orang paling kaya sejagat. Dalam waktu kurang dari 2 bulan, kekayaan taipan asal India itu sudah melompat lebih dari US$16 miliar.

Data Bloomberg Billionaires Index menunjukkan per Senin (10/8/2020), Ambani berada di peringkat empat orang terkaya dunia dengan nilai kekayaan US$80,6 miliar. Padahal, dia baru masuk daftar 10 orang terkaya dunia pada akhir Juni 2020, dengan jumlah harta US$64,5 miliar.

Ambani sudah menggeser Elon Musk, duo pendiri Google Sergey Brin dan Larry Page, hingga investor paling ternama sedunia, Warren Buffet. Terakhir, dia menyusul Bernard Arnault, pemilik kerajaan fesyen LVMH Moet Hennesy Louis Vuitton SE, yang memiliki kekayaan US$400 juta lebih rendah.

Tiga orang lagi yang masih lebih tajir ketimbang Ambani adalah bos Amazon Jeff Bezos, pendiri Microsoft Bill Gates, dan CEO Facebook Mark Zuckerberg. Menariknya, Facebook dan Amazon adalah beberapa investor di Jio, bisnis ritel dan digital Reliance Industries Ltd.—konglomerasi milik Ambani.

Reliance awalnya berdiri sebagai perusahaan perdagangan benang oleh Dhirubhai Ambani, ayah Mukesh Ambani, pada 1957. Perusahaan ini terus berkembang hingga, tidak hanya memiliki pabrik tekstil sendiri, tapi juga menjadi produsen polyester terintegrasi.

Pada 2000, Reliance masuk ke bisnis petrokimia dan pengolahan kimia terintegrasi. Dua tahun berselang, perusahaan ini ekspansi ke sektor telekomunikasi, yang mendorong Reliance makin dikenal di luar negeri. Sekarang, gurita bisnisnya juga mencakup sektor finansial, energi, dan ritel.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top