Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Obat Covid-19, WHO: Hindari Nasionalisme Vaksin!

Vaksin Covid-19 harus menjadi barang publik dan tidak memunculkan "nasionalisme vaksin".
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  07:25 WIB
Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. - Bloomberg/Stefan Wermuth
Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. - Bloomberg/Stefan Wermuth

Bisnis.com, JAKARTA - Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pemulihan ekonomi di seluruh dunia akan cepat terwujud jika vaksin Covid-19 tersedia untuk semua orang.

Vaksin Covid-19 harus menjadi barang publik dan tidak memunculkan nasionalisme vaksin, ujar Tedros.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi panel online dengan anggota Forum Keamanan Amerika Serikat yang dimoderatori jaringan NBC.

"Berbagi vaksin atau berbagi alat lain sebenarnya membantu dunia pulih bersama. Pemulihan ekonomi bisa lebih cepat dan kerusakan akibat Covid-19 bisa berkurang," kata Tedros.

Dia menambahkan bahwa "nasionalisme vaksin” tidak baik karena tidak membantu merujuk pada persaingan negara dan peneliti farmasi untuk menghasilkan vaksin yang efektif dan memesan sebanyak mungkin vaksin lebih awal.

Tedros mengataka bahwa meski virus Corona adalah darurat kesehatan terbesar sejak awal abad ke-20, namun perlombaan internasional untuk mendapatkan vaksin juga "belum pernah terjadi sebelumnya".

"Kita harus memanfaatkan momen ini untuk bersatu dalam persatuan nasional dan solidaritas global untuk mengendalikan Covid-19," katanya kepada forum itu seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (7/8/2020).

Dia menegaskan tidak ada negara yang akan aman sampai kita semua aman.

Sedangkan Direktur kedaruratan WHO Michael Ryan, ketika ditanya tentang vaksin Rusia, mengatakan kepada panel bahwa data uji coba diperlukan untuk memastikan vaksin apa pun aman dan efektif.

Ryan juga mengatakan pihak berwenang harus dapat mendemonstrasikan kemanjuran vaksin virus Corona melalui uji klinis untuk menghadapi tantangan pengobatan tradisional.

Dia merujuk pada vaksinasi terhadap sejumlah relawan untuk melihat apakah vaksin itu bekerja.

Presiden Donald Trump mengatakan ada kemungkinan Amerika Serikat memiliki vaksin virus Corona sebelum pemilihan umum 3 November. Perkiraan itu lebih optimistis daripada waktu yang dikemukakan oleh pakar kesehatan Gedung Putih sendiri.

Trump sebelumnya menuduh WHO menjadi boneka bagi China, tempat wabah virus Corona pertama kali muncul akhir tahun lalu. Karena itu Trump mengatakan Amerika Serikat akan keluar dari badan tersebut dalam waktu satu tahun.

Amerika Serikat merupakan penyumbang terbesar WHO dan telah menyumbang lebih dari US$800 juta pada akhir 2019 untuk periode pendanaan dua tahunan 2018-2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin covid-19

Sumber : ChannelNewsAsia.com

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top