Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Japan Airlines Rugi Rp1,3 Triliun, Terbesar Sejak 2012

Perusahaan memutuskan untuk tidak membayar dividen interim lantaran terdampak pandemi virus corona atau covid-19.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  18:52 WIB
Pesawat Japan Airlines tengah parkir di Bandara Haneda, Jepang. - Bloomberg
Pesawat Japan Airlines tengah parkir di Bandara Haneda, Jepang. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA-- Japan Airlines Co. membukukan kerugian bersih kuartalan terbesar dalam delapan tahun. Perusahaan memutuskan untuk tidak membayar dividen interim lantaran terdampak pandemi virus corona atau covid-19.

Seperti dilansir Bloomberg, kerugian kuartal pertama operator itu sebesar 93,7 miliar yen atau setara US$ 89 juta atau Rp1,3 triliun bila dikonversi ke rupiah. Angka tersebut mencerminkan kerugian terbesar sejak terdaftar di bursa saham Tokyo pada 2012.

Sejak itu,korporasi maskapai JAL hanya membukukan satu kerugian kuartalan lainnya pada Januari-Maret tahun ini.Pandemi Covid-19 telah memukul industri penerbangan secara global dan memaksa maskapai untuk melakukan pengurangan aktivitasyang belum pernah terjadi sebelumnya.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional tidak mengharapkan pemulihan penuh hingga setidaknya 2024. Sementara pemerintah Jepang belum menyebut pembatasan dan pembatasan perjalanan relatif longgar. Pasalnya masih terjadi peningkatan kasus-kasus Covid-19.

Kerugian JAL lebih buruk dari perkiraan rata-rata dua analis sebesar  91,8 miliar yen. Pihak JAL mengatakan memiliki  fasilitas kredit sebesar  200 miliar yen yang tidak digunakan. Adapun pendapatan turun 78 persen menjadi 76 miliar yen pada kuartal tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penerbangan japan airlines covid-19
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top