Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (kedua kiri) yang ditangkap di Malaysia ditunjukkan kepada media saat konferensi pers di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/7/2020). - Antara
Premium

Masih Berani Korupsi? Baca Dulu Perma Nomor 1 Tahun 2020

03 Agustus 2020 | 21:30 WIB
Peraturan Mahkamah Agung atau Perma Nomor 1 tahun 2020 mengatur tentang hukuman tertinggi untuk kategori paling berat dan tingkat kesalahan tinggi, karena merugikan negara lebih dari Rp100 miliar, dengan vonis penjara hingga 16-20 tahun atau seumur hidup, disertai denda Rp800 juta hingga Rp1 miliar.

Bisnis.com, JAKARTA — Hakim-hakim kasus tindak pidana korupsi kini punya pedoman untuk  mengganjar para koruptor setelah Mahkamah Agung (MA) merilis Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemidanaan Terkait Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor, Minggu (2/8/2020).

Diundangkan sejak 24 Juli 2020, regulasi ini mengatur secara spesifik pedoman bagi hakim agar praktik disparitas terhadap pelaku korupsi di Indonesia semakin berkurang.

Salah satu yang digarisbawahi dalam regulasi tersebut adalah pengkategorian hukuman koruptor berdasarkan jumlah uang yang mereka tilep (Pasal 6) dan tingkat kesalahan (Pasal 7).

Berdasarkan jumlah nominal, opsi hukuman dibagi menjadi 5, yaitu: paling berat (merugikan negara di atas Rp100 miliar), berat (Rp25 miliar—Rp100 miliar), sedang (Rp1 miliar—Rp25 miliar), ringan (Rp200 juta—Rp1 miliar), dan paling ringan (kurang dari Rp200 juta).

Sementara itu, berdasarkan kesalahan, kategori dibagi menjadi tiga, yaitu kesalahan tinggi dan keuntungan tinggi, kesalahan sedang dan keuntungan sedang, serta kesalahan rendah dan keuntungan rendah.

Dengan pengkategorian tersebut, MA berharap hakim tak segan lagi menghukum pelaku korupsi berat. Hukuman tertinggi untuk kategori ini, yakni dengan kategori paling berat dan tingkat kesalahan tinggi karena merugikan negara lebih dari Rp100 miliar bakal dijebloskan ke penjara 16-20 tahun atau seumur hidup, disertai denda Rp800 juta hingga Rp1 miliar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top