Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Sejumlah remaja menggunakan ponsel saat berkomunikasi di Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2020). Pemerintah beserta operator seluler sepakat akan tetap memberlakukan aturan blokir Internasional Mobile Equipment Identity (IMEI) mulai 18 April 2020 dalam upaya memberantas ponsel atau HP ilegal yang banyak beredar di pasaran. - ANTARA FOTO/Septianda Perdana
Premium

PS Store dan Pasar 'Ponsel Pejabat Harga Merakyat' di Indonesia

30 Juli 2020 | 18:19 WIB
Kasus Putra Siregar yang muncul beberapa hari lalu seakan bertolak belakang dengan aturan pemblokiran IMEI ponsel ilegal oleh pemerintah. Mampukah celah yang ada ditutup?

Bisnis.com, JAKARTA — Putra Siregar, juragan toko ponsel asal Jakarta Timur PS Store, mendadak jadi sorotan. Setelah fotonya sempat dipampang di akun media sosial resmi Bea Cukai, Putra digelandang dan ditetapkan sebagai tahanan kota pada 23 Juli 2020.

Putra diancam hukuman penjara maksimal 8 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar karena melanggar Pasal 103D Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan. Tuntutan itu muncul lantaran Putra diduga menjual ponsel ilegal alias Black Market (BM), istilah untuk ponsel yang tak terdaftar secara resmi.

"Tidak dilakukan penahanan, tapi di tahap penuntutan akan dilakukan penahanan kota, karena yang bersangkutan sudah meletakkan jaminan terhadap potensi kerugian negara yang akan timbul, yang mungkin nanti setelah inkrah baru bisa dilihat besarannya," papar Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur (Jaktim) Milono dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (28/7/2020).

Berkas kasus Putra telah dilimpahkan ke Kejari Jaktim. Bersamaan dengan pelimpahan itu, Bea Cukai mengamankan barang bukti berupa 190 ponsel dan uang tunai senilai Rp61,3 juta.

Milono menambahkan berdasarkan paparan Bea Cukai Kantor Wilayah (Kanwil) Jakarta, 190 ponsel yang disita itu terbukti tak disertai dokumen kepabeanan. Penyidik belum memvonis apakah ponsel-ponsel itu benar ilegal dan baru akan melakukan pengecekan, tapi besar kemungkinan barang-barang itu ilegal.

Penangkapan Putra bukanlah hal yang mengejutkan. Sejak awal, gelagatnya sudah mengindikasikan ada sesuatu di balik bisnisnya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top