Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Logo Facebook terlihat di layar smartphone. - Bloomberg/Gabby Jones
Premium

'Serangan' Balik Facebook ke Uni Eropa

29 Juli 2020 | 13:55 WIB
Facebook kini tengah diselidiki oleh Uni Eropa terkait perlindungan data pribadi para pengguna. Namun, media sosial itu justru menyerang balik blok ekonomi tersebut. Ada apa gerangan?

Bisnis.com, JAKARTA — Facebook menggertak balik. Pada Rabu (15/7/2020), raksasa media sosial yang didirikan Mark Zuckerberg itu mengajukan keberatan ke Pengadilan Uni Eropa atas permintaan investigator blok ekonomi tersebut, yang mendesak agar mereka menyerahkan dokumen-dokumen penting.

Dalam keterangannya, pihak Facebook mengatakan dokumen yang diminta Uni Eropa (UE) mencakup berkas internal terkait 2.500 kata kunci spesifik, bahkan beberapa menyangkut data pribadi karyawan. Sebagian dari 2.500 kata kunci yang dimaksud adalah data untuk pencarian kata-kata seperti: "big question", "shut down", dan "not good for us".

Kuasa Hukum Facebook Tim Lamb mengatakan dokumen yang diminta itu tak ada relevansinya dengan investigasi UE.

“Menimbang sifat permintaan Komisi Investigasi yang luas, kami menilai permintaan itu sudah tidak relevan dengan penyidikan. Termasuk di dalamnya informasi pribadi yang sangat sensitif seperti riwayat medis karyawan, dokuen keuangan pribadi, sampai informasi pribadi tentang keluarga karyawan,” paparnya seperti dilansir BBC, Senin (27/7).

Sebelumnya, Lamb dan kolega sempat mengajukan jalan tengah, yakni Komisi Investigasi UE boleh melihat dokumen apapun yang mereka inginkan tapi harus di ruangan tertutup dan tidak boleh ada dokumentasi atau penyalinan berkas.

Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah. UE bersikeras mereka harus bisa memiliki hak penuh atas dokumen yang mereka minta.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top